Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2020

[ULASAN] Yasashii Sekai no Tsukurikata — Drama Anak SMA yang Realistis

18.52

Oke, kali ini saya ingin mengulas tentang manga berjudul Yasashii Sekai no Tsukurikata. Manga ini diserialisasikan di Dengeki Comics yang biasanya berisi manga dengan tipe shonen. Namun anehnya, manga ini sama sekali tidak memiliki bumbu-bumbu khas shonen, malah lebih cocok ke shojo atau seinen dengan dramanya yang begitu kentara. 

Well, manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou (I Shaved. Then I Brought a High School Girl Home) saja juga disebut shonen sih, jadi agak bingung juga dengan pembagian genrenya wkwkwk. Oh iya, ada bagian yang tidak tersensor juga walaupun sedikit sekali (sampai ke volume terakhir, cuma satu bagian aja yang no sensor).


Sinopsis singkat, berkisah mengenai Yuu Tomonoga, seorang jenius yang diterima di universitas ternama di Amerika Serikat pada umur 13 tahun, namun saat melakukan tesisnya, ia kehilangan pendanaan oleh perusahaan yang mensponsori penelitiannya. Lalu dia pun memutuskan putus kuliah dan kembali ke Jepang untuk melanjutkan penelitiannya. Namun sayang, ia juga kekurangan uang untuk kesehariannya. Beruntung masih ada guru, atau sekarang kawannya, yang menawarkan ia untuk bekerja sebagai guru di SMA khusus perempuan. Bagaimana kisah Yuu selanjutnya?


Jadi, seperti yang sudah saya tulis di bagian pengantar, ini manga walau berada di majalah genre shonen, tapi ini hampir tidak ada unsur shonen nya sama sekali, yah mungkin bagian daleman ceweknya cocok sih buat shonen. Ya, genre utama manga ini merupakan slice of life, love, drama, dan school. Semua berawal dari pemeran utama kita, Yuu, yang karena kesialannya harus dropout dari universitasnya dan mengajar di SMA khusus perempuan demi menyambung biaya sehari-harinya.


Dalam Yasashii Sekai no Tsukurikata ini secara umum mengisahkan tentang manis pahitnya kehidupan SMA yang tidak melulu sempurna seperti yang dikisahkan manga-manga biasanya di genre ini. Kita akan menemukan drama keluarga, drama percintaan, dilema kehidupan, masa depan, serta keluguan yang wajar dilakukan oleh anak SMA.


Di sini ada beberapa siswi di bawah naungan Yuu yang dijadikan fokus. Pertama, ada Haruka, gadis yang hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh guru sebelum Yuu datang. Lalu ada Aoi, yang memiliki masalah juga dengan keluarganya—seorang jenius yang terhambat karena masalah keluarga. Touko, yang memiliki masalah cukup susah untuk dijelaskan, mungkin panel manga di atas (ya, itu Touko saat SD) bisa cukup menjelaskan akar masalahnya. 


Selain tiga perempuan tersebut ada juga Kayo, Onoda-sensei, Yurine-chan, dan lain-lain. Mereka masing-masing juga memiliki latar belakang yang tak kalah menarik. 



Ada dua hal yang membuat aku tertarik dengan manga ini. 


Pertama mengenai art nya, art nya suka banget sih cewek-ceweknya cakep, realistis walau cenderung pada kurus-kurus (dan sekali lagi, cantik). 



Kedua, yaitu interaksi dan perkembangan karakternya. Manga ini berhasil dalam memperlihatkan susahnya untuk menyelesaikan suatu masalah, meski bila solusinya sudah tepat di depan mata. Rasa untuk lari dari kenyataan, rasa untuk melindungi hati baik diri sendiri maupun kawan, semuanya berhasil ditampilkan secara menarik dan realistis di manga ini. Manga ini juga sukses dalam menangani hubungan platonik —suatu hal yang jarang ditampilkan dalam manga.



Dua hal itu lah yang membuat aku tertarik untuk membacanya, lalu karena jumlah babnya yang lumayan tidak terlalu banyak (hanya 31 bab saja di Mangadex) membuat saya bisa menyelesaikannya hanya dalam sehari. Bagian mengenai dunia akademik juga cukup menarik, dan memang kenyataannya seperti itu. Dunia akademik tidak semudah yang dibayangkan.


Namun, seperti sewajarnya karya manusia, bukan berarti manga ini tanpa kekurangan. Ada hal yang aku kurang sukai, seperti kurangnya pendalaman untuk karakter sampingan seperti Yurine-chan, karakter di kelas lain, koleganya si Profesor Baker dan kolega lainnya juga tidak begitu diperdalam. Padahal di bab bagian Yuu x Yurine juga harusnya bisa dijabarkan lagi sehingga mengembangkan karakter Yurine ini, sayang sekali. Oh iya, karakter sampingan di sini seperti cuma sekali muncul terus udah hilang. Sedih sih... Tapi ya ini kekurangan manga ini.


Penilaian Akhir: 8/10  Bagus

Gambar 8/10 | Cerita 8/10


Oh iya, kalau kamu tertarik dengan Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou, mungkin kamu akan tertarik dengan manga ini, karena hampir mirip tema umumnya, bedanya ya si paruh bayanya bukan guru saja kalau di Hige wo Soru.

Kamis, 03 September 2020

[ULASAN] I, Who Acquired a Trash Skill 【Thermal Operator】, Became Unrivaled. (MANGA)

16.27


Aku, aku bingung ingin memulai dari mana... 


Sedikit spoiler sih, tolong jauh-jauh dari manga ini. Yep, itu kesimpulanku. Anyway mari kita mulai ulasan singkat ini. 


Manga ini berkisah tentang dunia klise di mana secara tiba-tiba orang dengan kekuatan super yang disebut Talentsmuncul di dunia ini. Karena itulah, gejolak kekuasaan global pun dimulai dikarenakan datengnya orang-orang super ini. World Talent Great Warpun terjadi selama kurang lebih 10 tahun dan menyebabkan populasi dunia berkurang sampai lebih dari 20%. Entah kenapa juga tiba-tiba saja perang tersebut terhenti. Akhirnya, sembilan orang super dengan level 5 membuat perjanjian yang membagi dunia ini menjadi 9 Site. Inilah kisah, 10 tahun setelah perang tersebut.


Seperti biasa, cerita dimulai dengan seorang bocah bernama Serizawa Atsushi yang oh ternyata, kekuatannya dianggap sampah, dan dimulailah kehidupan sekolahnya. Oh ya, manga-nya cuma 20 chapter doang. Yea, bahkan 1 arc aja belum selesai saat manga ini tamat, belum apa-apa langsung arc berat seperti lomba antar sekolah. Pengembangan karakter yang hampir sama sekali ga ada malah dilanjutkan langsung masuk ke arc berat. Lalu tamat deh, tiba-tiba selesai. Ga paham lagi udah, pantas aja hanya 20 chapter, mungkin karena di-axe oleh penerbitnya.


Sebenernya sangat kecewa sih, karena katanya novelnya mayan bagus. Kalau melihat komenan di Mangadex sih, banyak banget yang di-skip. Tapi, aku jadi ragu ingin membaca novelnya bila manganya saja memiliki alur cerita yang sesampah ini. Oh, iya, art nya menurutku hanya bagus di sampul bukunya aja. Saat di manga-nya sih B aja, atau malah di bawah rata-rata...


Nilai: 3/10 - Sangat Mengecewakan

Minggu, 27 Oktober 2019

[ULASAN] Only Yesterday oleh Studio Ghibli

20.47


Only Yesterday film animasi buatan Studio Ghibli yang disutradarai oleh Isao Takahata (Grave of The Fireflies, Pom Poko, The Tales of Princess Kaguya) merupakan salah satu film drama slice of life yang sangat menarik menurut saya.

Ulasan Singkat: Kisah tentang hal-hal "pertama" yang mengena pada hidup seorang wanita bernama Takeo. Penggambaran "mono no aware" nya bagus, feel-nya mirip kayak pas baca YKK (Yokohama Kaidashi Kikou). Animasinya sangat bagus. Penggambaran karakter dibuat realistis, bahkan wider cheekbone khas east asian nya dibuat makin kentara. Transisi animasi dibuat "komplit", yang biasanya dipotong untuk budget saving + mempersingkat waktu, di sini tetap dianimasikan, sehingga memberi kesan seakan-akan kita sungguh adalah orang ketiga. Simpelnya sih menurut saya, ini anime sangat menggambarkan berjalannya waktu alias "mono no aware".

Nilai: 9/10 - Sangat Direkomendasikan

Kamis, 01 Februari 2018

[ULASAN] VA-11 Hall-A oleh Sukeban Games

13.41

VA-11 Hall-A atau yang biasanya langsung dibaca sebagai Vallhalla merupakan salah satu gim novel bergambar berslogan Cyberpunk Bartender Action buatan Sukeban Games, yang dirilis pada tanggal 21 Juni 2016 dengan harga $14.99 atau Rp. 95.999 dalam Steam wilayah Indonesia. Dan untuk harga segitu... aku berani jamin, kalau gim ini sangat worth to buy. (Beli sekarang di Steam!)



Eh, tapi jangan langsung beli dulu! Simak dulu impresiku di bawah.

VA-11 Hall-A ini, ndak seperti gim novel bergambar yang hanya memberikan cerita saja. VA-11 Hall-A juga memiliki gim kecil-kecilan yaitu kamu akan bekerja sebagai bartender yang bernama Jill! (dan temannya yang bernama Gill. sadboi yang misterius)

Jadi kalian bakalan meramu jamuan ber-alkohol bagi para pelanggan bar VA-11 Hall-A yang tercinta ini~ gimnya sangat gampang sekali kok, bahkan tidak ada batasan waktu dalam meramu minuman yang ada. dan juga ya, di sini juga ada daftar menu yang berisi komposisi dari minuman yang dijual. Jadi, bagi kalian yang mencari tantangan, kayaknya gim ini sama sekali bukan buatmu deh~ Mending kamu main Cuphead sana~~ (tapi kalau kamu salah meramu, nanti bisa dapat pinalti gaji loh, jadi jangan sampai salah :3)

Kalau masalah gambar, jujur saja, gaya gambarnya sangat aku suka. Entahlah, aku suka banget gaya gambar seperti cyberpunk begini. Dengan perpaduan warna mayoritas ungu dan merah muda, hhhhh
Untuk musiknya, juga sangat aku suka, paduan trek synth-nya memberikan atmosfir tenang dan beberapa memberikan semangat. Musiknya dapat membuatku ingin memainkannya terus menerus (walaupun sebelum membuka gim ini, selalu terkena procastination :c). Beberapa judul seperti Welcome to VA-11 Hall-A, Every day is Night, dan Safe Haven merupakan favoritku. (Tapi semuanya enak buat didengarkan kok, mantap banget lah!) Dengarkan beberapa musiknya di situs BandCamp mereka!

Nah sekarang, kita menuju bagian cerita. Namun karena aku belum tamat memainkannya, dan kalau dibahas jauh-jauh bakal jadi spoiler, mungkin aku ga bakal bahas banyak (Nanti aku edit kok kalau sudah selesai main, tenang saja).
Jadi intinya, penulisannya bisa dibilang sangat bagus! Walau untuk konsepnya, kamu bekerja sebagai bartender yang mendengar keluhan-keluhan orang dalam kota distopia di masa depan bernama Glitch City, kamu tetap bisa merasakan hidupnya kota tersebut dari omongan-omongan para pelanggan kamu (and for some reason, your customer aren't your daily usual customer, fortunately). Jadi kamu pasti bakalan tertarik untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Pelangganmu juga tak hanya manusia, namun juga Lilim! Robot humanoid yang mirip sekali dengan manusia, baik kelakuan maupun bentuk fisiknya.
Kesimpulanku, gim ini pantas untuk dibeli, sementara ini akan aku beri nilai 9 dari 10. Aku suka banget, sampai-sampai profil Steam-ku, aku dekor dengan dekorasi VA-11 Hall-A hahaha~

Oh, iya! Pengembang dari gim ini, sangat akrab dengan para penggemarnya loh! Baca saja blog mereka di: http://blog.waifubartending.com
Dan bagi kamu yang suka mesum-mesum, sang pengembang juga mengumpulkan beberapa postingan lewd yang mereka sukai~ Cek aja di sini.

Sementara itu saja dahulu, terima kasih sudah menyertakan waktu kalian untuk membaca ulasan singkat ini~

(maafkan kalau kepiawaian saya dalam mengulas masih mengulas, aku kudu banyak baca ulasan orang-orang nih biar bisa makin bagus, ugh...)

Sabtu, 09 Desember 2017

[ULASAN] Ballroom e Youkoso (Manga)

22.39
Sudah sebulan saya tidak menulis sesuatu di blog ini. Ah, atau bisa dibilang lebih dari sebulan, dikarenakan post Mushoku Tensei yang bulan lalu saya terbitkan, hanya sekadar postingan cadangan.

Baiklah, kali ini saya akan menulis ulasan lagi tentang manga yang bisa dibilang memiliki tema unik walau dengan alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan manga yang sejenis.
Yap, kali ini saya akan membawakan Ballroom e Youkoso sebagai topik ulasan postingan kali ini.

Ballroom e Youkoso yang berarti "Selamat Datang di Ruang Dansa" dalam bahasa Indonesia ini, menceritakan tentang Fujita Tatara dengan konsep "from zero to hero".

Yap, seperti manga dengan konsep "from zero to hero" pada umumnya, Fujita ini tidak menemukan tujuan hidupnya. Bahkan ia kesulitan memilih SMA tujuannya, apalagi dengan nilai yang pas-pasan. Saat perjalanan pulang, ia melihat sebuah poster tentang dihadang oleh sekumpulan preman sekolah, lalu diselamatkan oleh seseorang yang tidak dikenal oleh Fujita. Lalu, oleh seseorang tersebut, Fujita diajak ke sebuah sanggar tari yang dikhususkan untuk cabang dansa. Tak disangka, orang yang mengajak tersebut merupakan salah satu pemain dansa profesional nan jenius dari Jepang, bahkan hanya satu-satunya yang bisa mewakili Jepang di kancah internasional. Dialah Sengoku Kaname. Dan lebih tak disangka lagi, di sanggar tari tersebut, ada teman seangkatannya yang bernama Shizuku Hanaoka. Setelah melihat latihan di sanggar tari tersebut, ia pun ingin berubah. Dan begitulah awal mula dari anak yang akan mengguncang dunia dansa Jepang. Atau bisa jadi, internasional.

Walahh, malah nulis sinopsis awalnya.... Oke! Mari kita mulai pembahasan saya tentang manga yang unik ini. Untuk itu, saya akan memulai dari kelemahannya dahulu.

Jujur saja, bagian terlemah dari manga ini adalah ceritanya yang cukup klise. Konsep "from hero to zero" sudah jamak ditemukan di berbagai cerita di belahan dunia ini. Konsep tersebut merupakan konsep umum dalam dunia cerita. Namun, konsep tersebut apabila dipergunakan dengan baik, justru malah bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda dan bagus. Ballroom e Youkoso mungkin adalah salah satu contohnya. Dengan tema dansa yang menurut saya masih sangat jarang, Ballroom e Youkoso dirasa cukup berhasil dalam mengusung racikan yang berbeda. Seperti dengan manga Slam Dunk karya Inoue-sensei yang berhasil mengenalkan olahraga basket pada penduduk Jepang. Manga ini bisa saja mengenalkan olahraga dansa pada penduduk Jepang, namun untuk saat ini, efeknya masih tidak sebegitu besar kalau dibandingkan dengan Slam Dunk....

Nah, kalau untuk gambarnya, 10/10 gaya gambarnya cocok banget. Lekukan dan presentasinya patut diacungi jempol. Duh, bahkan saya bingung mau mengatakan apalagi. Pokoknya bagus banget dan cocok dengan cerita yang digunakannya.

Ballroom e Youkoso juga mendapatkan banyak penghargaan, adalah Taisho Awards pada tahun 2013 dan 2015 yang masing-masing mendapatkan peringkat ke-2 dan ke-6.

Bagi kalian yang suka komik aksi tapi nggak melulu tentang tarung-tarungan atau tawuran with nakama power manga ini mungkin akan cocok buat kalian.


And yes, kali ini merupakan ulasan lamaku juga yang belum sempat aku post di blog...
Dasar Fritzkier kamu procas banget sih...

Anyway, fun fact aja nih, ulasan ini dibuat mungkin sudah tahun lalu, namun untuk manga nya sendiri, nggak jauh berbeda loh jumlah chapter-nya dari tahun lalu. Konon kabarnya mangaka-nya sedang sakit berkepanjangan... mohon doanya agar beliau sembuh ya :(
Kasihan juga, manga yang potensinya bagus begini, menjadi hilang peminat karena kesehatan mangaka yang terus memburuk....

Oh iya, untuk postingan tentang kumpulan tautan, mungkin kalau udah nggak sibuk deh...
Maafkan ya ;_; masih banyak kepanitiaan soalnya...

Selasa, 05 Desember 2017

[ULASAN] Goodnight, Punpun

23.43

Judul Alternatif
Sinonim: Goodnight Punpun
Bahasa Jepang: おやすみプンプン

Informasi
Tipe: Manga
Volume: 13
Chapter: 147
Status: Selesai
Diterbitkan: Mar 15, 2007 to Nov 2, 2013
Genre: Drama, Kehidupan Sehari-hari, Psikologis, Seinen
Pengarang: Asano, Inio (Cerita dan Gambar)
Serialisasi: Big Comic Spirits

Nilai menurutku: KESELURUHAN: 10/10, ART: khas/10, STORY: ngena/10, CHARACTER: 9/10, ENJOYMENT: 10//10
Nilai menurut MAL: 9,03

Sinopsis: Punpun adalah pemuda biasa yang bertempat tinggal di Jepang, yang dimana tahun-tahun kepolosannya telah berakhir setelah ayahnya dipenjara karena kekerasan rumah tangga yang membuat ibunya masuk rumah sakit. Dengan paman yang menjaganya, Punpun tumbuh menjadi orang dewasa yang menghadapi rangkaian peristiwa yang mengubah dirinya, untuk lebih baik atau lebih buruk, memaksanya untuk merenungkan apa artinya menjadi dewasa.

Karakter:

Punpun “Punyama” Onodera  (小野寺 プンプン) (Onodera Punpun)
Punpun adalah anak yang canggung, yang bercita-cita menjadi ilmuwan dan menempati planet lain ketika ia besar nanti. Kehidupan keluarganya tidak begitu bagus, tapi ia tetap optimis dan berfokus dengan yang baik daripada buruk. Ia tinggal dan berinteraksi dengan anak anak lain seperti yang biasanya anak seumurannya lakukan, berurusan dengan percintaan, rumor janggal yang disebut “seks”, dan mencari jati dirinya.
Ia adalah anak laki-laki yang saat bab 1 berumur 11 tahun. Ia tumbuh di keluarga yang rusak, ibunya berusaha untuk bunuh diri, dan ayahnya sangat kasar. Ia jarang sekali berkomunikasi dalam bentuk dialog. Punpun seringkali memanggil God dengan mantra, “Dear God, dear God, tinkle, tinkle, hoy!” yang diajarkan oleh pamannya, Yuuichi.

Meskipun bagi para pembaca Punpun terlihat seperti burung, namun sejatinya ia adalah manusia normal. Semakin Punpun bertambah umur, ia berubah secara drastis, penampilannya bergantung pada bagaimana perasaannya saat itu dan bagaimana saat ia melihat dirinya sendiri.

Aiko Tanaka
Gadis nyentrik yang menjadi cinta pertama dan cinta utama Punpun dalam serial ini. Sama seperti Punpun, kehidupan keluarganya tak begitu bagus. Ibunya bagian dari suatu sekte dan akhirnya terluka, membuat Aiko untuk peduli dengan dirinya. Meskipun nanti ada saat di mana Aiko tidak tampak dalam manga-nya untuk waktu yang cukup lama, ia memainkan peran yang penting dalam perkembangan emosional dan psikis Punpun. Aiko memiliki rambut yang tinggi nan gelap, poni lurus dan alis yang tebal. Saat kecil, dia seringkali tersenyum, namun senyumannya makin jarang saat ia memasuki jenjang SMP.

God (Kamisama)
Kamisama muncul setelah Punpun mengatakan kata-kata yang pamannya beritahukan kepada dirinya. Dia membantu Punpun menyelesaikan masalahnya.
Namun, “bantuan”-nya seringkali berupa hasutan untuk berbuat buruk.

Yuichi Onodera
Pamannya Punpun yang berumur kepala tiga. Ia sebelumnya bekerja sebagai pengajar pengrajin keramik, tapi ia keluar dari pekerjaan tersebut karena sesuatu insiden. Ia menjaga Punpun setelah orang tua nya bercerai

Toshiki “Pegasus” Hoshikawa
Pemimpin dari sekte “Good Vibration” (Getaran yang Baik). Ia adalah pemimpin sekte aneh ini. Ia menyebarkan suatu kabar bahwa dunia ini akan hancur. Mengampanyekan hal tersebut dimana saja dan juga mencari pengikut di sektenya. Jika menurut kalian orang ini hanya orang gaje yang cuma karakter minor di komik ini, silahkan baca wawancara dengan Asano yang tercantum dalam tautan dibawah. (Berbahasa Inggris) Karena sebenarnya, orang ini mempunyai peran yang besar dalam cerita ini.

Sachi Nanjou (南条 )
Seorang seniman yang mencoba untuk membuat komiknya sendiri. Ia juga adalah orang yang berperan penting dalam cerita ini dan juga sangat berperan dalam kehidupan si Punpun. Ia baru muncul di kisah lika-liku kehidupan Punpun saat Punpun beranjak dewasa. [Note: sebenernya mau ngomong banyak, Cuma kalau dijelasin, malah spoiler bagi pembaca]

ULASAN
Komik Jepang karya Inio Asano yang diserialisasikan di Majalah Big Comic Spirits ini adalah salah satu karya dengan jalan cerita terbaik sepanjang masa dan juga salah satu komik favorit saya. Mengapa? Karena banyak komik yang seringkali membuat karakter yang likeable, terlalu imbalance, punya rasa keadilan yang tinggi, plot yang memiliki bagian sedih, yang bisa membuat karakter utama  tiba tiba kuat dan berhasil melawan musuhnya dan lain sebagainya. Namun komik yang satu ini tidak begitu, justru yang terjadi malah kebalikannya. Ceritanya memiliki perkembangan yang sangat bagus. Dengan memakai seluk beluk kehidupan Punpun selama 10 tahun, mulai dari SD hingga ia berumur 20-an, tak bisa dipungkiri lagi, komik ini memiliki perkembangan karakter dan cerita yang sangat bagus. Komik ini membahas tentang isu dewasa seperti hubungan badan dan depresi yang diceritakan apa adanya dan diselimuti oleh lelucon aneh yang terkesan gelap nan melankolis. Banyak yang diceritakan di komik ini, terutama yang terkait dengan kehidupan Punpun, termasuk beberapa cerita sampingan yang melibatkan orang yang sering atau pernah bertemu Punpun. Seperti paman dan teman teman sekelas Punpun. Ada juga cerita sampingan yang bercerita tentang sekte aneh buatan orang yang juga terkesan aneh, yang pada awalnya, mungkin kalian pada berpikir bahwa ia tak akan memberikan efek yang begitu besar pada cerita ini. Tapi kalian salah, justru ia malah memberikan efek yang cukup besar pada cerita. Bakat Asano dalam bercerita ditunjukkan sangat baik di dalam serial ini. Dia berhasil membuat ceritanya berkaitan satu sama lain sementara dia melemparkan cerita lain yang surealis dan menggabungkannya dalam satu bagian besar dengan banyak plot dan karakter. Dan juga, jika kalian menemukan adegan aduhai di dalam komik ini, adegan aduhai tersebut tidak seperti komik biasanya yang ditujukan untuk para fans yang yah begitulah, tapi justru malah menambah kesan gelap yang sedang ditunjukkan oleh komik tersebut.

Gambarnya, sangat luar biasa. Saya tak pernah melihat ruangan yang seperti kapal pecah tampak sangat menakjubkan, terkesan seperti ruangan yang benar-benar dimiliki oleh orang yang memiliki banyak masalah, dan juga ketika Punpun sedang menangis di ruangan tersebut, ruangan itu terkesan memancarkan perasaan berat yang sedang dipikul oleh Punpun. Dan salah satu hal yang menarik di komik ini, yah pasti sudah kelihatan bukan? Ya, penggambaran Punpun dan keluarganya yang menyerupai burung yang terkesan tidak niat itu benar-benar jenius! Karena sebenarnya, burung kartun tersebut bukanlah penampilan orang yang sebenarnya, tapi burung kartun tersebut adalah bentuk penggambaran fisik tentang bagaimana perasaan Punpun tentang dirinya dan keluarganya. Kalian akan mengetahui pentingnya penampilan Punpun yang seperti burung kartun itu setelah penampilannya berubah di edisi yang akan kalian baca nanti.

Karakternya sangat unik dan solid, Asano memang pintar dalam membuat karakter. Karakter yang berada di Oyasumi Punpun tidaklah likeable yang ada malah mereka ingin membuktikan bahwa mereka itu benar lewat perkataan dan tindakan mereka. Mungkin hal ini akan sangat mengganggu beberapa orang yang tak suka karakter yang menyedihkan, tapi inilah yang sebenarnya ingin ditunjukkan oleh komik ini.

Di komik ini, kalian akan melewati kisah percintaan, keputus-asaan, drama, masalah keluarga, dan lainnya. Komik ini seringkali memfokuskan karakter selain Punpun untuk menyelesaikan potongan teka-teki yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh cerita ini.
Oh iya, perlu diketahui, jika kalian adalah pembaca yang berumur di bawah 18 tahun, sebaiknya berhati-hati, karena adanya adegan hubungan badan yang terjadi di serial komik ini. Seperti biasa, “Good Night, Punpun.”

Quote: “Good Night, Punpun.” (Selamat Tidur, Punpun.) –Narrator

Pros & Cons
Pros: Cerita yang menarik, gambar yang sangat bagus dan pengembangan karakter yang juga bagus
Cons: -

Cocok untuk: Pembaca dewasa, pembaca yang menyukai komik dengan tema kehidupan sehari-hari yang realistis, pembaca yang menyukai alur anti-mainstream dan pembaca yang suka dengan komik yang bisa mengubah suasana hati pembaca.
Tidak cocok untuk: Pembaca yang suka dengan alur mainstream khas shounen, pembaca yang suka dengan fanservice.

Fun Fact: Penggambaran Punpun yang mirip dengan burung, akan berubah-ubah seiring dengan bagaimana Punpun melihat dirinya sendiri.


Bagi kalian yang tertarik, ini ada interview oleh Asano tentang opininya mengenai komik Oyasumi Punpun yang dibuatnya~
Inio Asano Interview

Yak, bertemu lagi dengan penerjemah kesayangan kalian, Fritzkier! /jijik
Lama tak jumpa semenjak hiatus di SevenKomik~
And yes. SevenKomik/7MI/7MangaIndo is dead for real. After struggling for a long time, it's at peace now....
It deserves for a rest :' But, don't be sad, every starts, have it's end. SevenKomik is not an exception :/ But still, as a founder of SevenKomik, I will be still translating, but not as often as in SevenKomik~
And yes, tbh i'm now a MAHASISWA at one of the best medical school in Indonesia, you may guess it yourself what school that I entered~~~
Now, let's get to the point

Ulasan kali ini merupakan salah satu ulasan yang sudah lama banget aku buat, namun ga pernah aku post, so yeah, there is it. Dan yes, semenjak 7MI disemayamkan, sepertinya aku akan memakai blog ini untuk menyalurkan hobi menerjemahkan ku. And yes, procrastination still happens to me ;_;

Oh ya, aku akan meng-compile beberapa tautan terjemahan yang sudah pernah kuterjemahkan dalam satu post, yang mungkin akan kupublikasikan besok weekend.
Well, sampai ketemu di postingan selanjutnya~

Senin, 21 Desember 2015

REVIEW: Yokohama Kaidashi Kikou (Manga)

21.34
Wah, sudah lama saya tidak menulis di blog ini~
Nah kali ini saya akan membahas tentang Yokohama Kaidashi Kikou. 
Salah satu komik jepang yang saya favoritkan sepanjang masa. Mungkin ulasan ini agak sedikit berlebihan, jadi lebih baik bacalah komiknya langsung untuk mengetahui sebagus apakah komik tersebut :3

Yokohama Kaidashi Kikou, atau yang seringkali disingkat dengan YKK, Merupakan salah satu permata dalam dunia perkomikan Jepang. Ditulis dan digambar oleh Ashisano Hitoshi, diserialisasikan di majalah manga bulanan “Afternoon” selama 12 tahun tanpa henti, dan juga memiliki ribuan penggemar di negaranya sendiri maupun di manca negara meskipun manga tersebut masih belum hadir secara resmi di negara-negara selain Jepang. Tentu tidak begitu mengejutkan karena manga ini lebih cocok dikategorikan sebagai bacaan literatur daripada budaya populer.
Memang tidak berlebihan kalau YKK ini disebut-sebut sebagai salah satu manga yang terbaik.
YKK telah meraih  Penghargaan Seiun untuk Manga Terbaik pada 2007 dan meraih Penghargaan Empat Musim Majalah Afternoon untuk Karya Pertama.
Nah sekarang, silakan membaca ulasan saya tentang YKK ini.

Sinopsis: Berlatar di Jepang pada era post-apocalyptic saat tingkat lautan telah meninggi dan membanjiri banyak daerah pantai dan Gunung Fuji pun tiba-tiba meletus. Populasi dunia menurun drastis dan institusi politik serta teknologi telah runtuh. Masyarakat setempat telah memiliki sistem sendiri-sendiri dan telepon serta televisi juga sudah tidak ada lagi (meskipun mesin kopi dan lampu jalan masih tetap menyala). Ada banyak hewan dan tanaman baru nan unik (seperti ikan terbang dan pohon lampu jalan yang bisa menyala). Orang-orang yang tersisa telah mengadopsi cara hidup yang lebih simpel, berjalan lambat, dan lebih bergantung satu sama lain. Membaur dengan populasi manusia, ada beberapa robot humanoid nan cerdas. Salah satu dari beberapa robot tersebut ialah robot wanita yang bernama Alpha. Alpha menjalankan sebuah kafe dengan nama yang sama di negara di luar Yokohama yang masih tersisa. Dengan skuter favoritnya dan kameranya, ia berpergian mengelilingi beberapa daerah, membuat teman dengan manusia dan robot, merasakan pengalaman baru sambil mengamati berlalunya waktu.

Gambar: 9 – Simple, yet astonishing
Cerita: 9 – Cerita santai namun sangat berbeda dari biasanya
Karakter: 10 – Mengupas isi setiap karakter layaknya air mengalir
Kenikmatan: 10 – Santai namun menghangatkan hati
Keseluruhan: 10 – Luar biasa!

Gambar - 9
Siapa yang menyangka? Dengan gaya gambar yang sesimpel ini, ternyata bisa memberikan kesan yang sangat membekas kepada pembaca?
Ya, pemandangan yang digambar oleh Ashisano-sensei ini cukup simpel namun sangat membekas di hati.
Atmosfir yang menenangkan tapi juga fantastis, Ashisano-sensei sukses menggambarkan adegan yang menyatu dengan karakter yang sedang diperankan. Kita serasa sedang dibawa ke dalam perasaan sang karakter yang sedang berada di tempat tersebut.
Ketika Alpha sedang menatap padang rumput yang luas dengan angin yang berhembus menerpa rumput-rumput itu sehingga rumput-rumput tersebut bagaikan sedang menari terhadap nyanyian sunyi yang dilantunkan oleh angin-angin tersebut.
Ashisano-sensei sangat pintar dalam menggunakan ruang kosong, seperti pemandangan yang sudah kusebutkan di atas, di gambarnya sendiri penuh ruang kosong. Mungkin hal itulah yang memberikan kesan ‘wah’ kepada para pembaca.
Desain karakternya juga sangat standar namun penuh dengan ekspresi. Minimalis sekali. Namun kontras dengan bajunya yang penuh detail sana-sini. Gaya yang tidak biasa ini, diperbaik lagi dengan latar belakang yang sangat menyatu dengan suasana yang dirasakan oleh setiap karakternya. Sehingga para pembaca bisa berempati dengan setiap karakter yang ada.
Imajinasi Ashisano-sensei akan hal yang tidak bergerak juga sangat kreatif, seperti bunga matahari raksasa, lampu jalanan alami, hingga suatu hal seperti jamur yang berbentuk mirip manusia. Setiap objek yang ada seperti memiliki alasannya sendiri kenapa mereka ada di sana, dan memberikan karakter kepada Alpha dkk ketika mereka menemukan hal-hal tersebut saat pertamakali menjumpainya.
Simpel, namun menakjubkan.

Cerita & Karakter - 9 & 10
YKK merupakan cerita fiksi yang memiliki unsur sains, dan berlatar di masa depan setelah suatu bencana berskala besar yang tidak dijelaskan secara pasti apa bencana besar yang terjadi, dengan robot-robot telah hidup berdampingan bersama manusia. Karakter utama kita, Alpha Hatsuseno, adalah robot yang menyerupai seorang manusia. Tapi, jangan dikira bakal banyak berbagai hal-hal berbau futuristik-futuristik seperti pada tipe cerita sci-fi pada umumnya. Ya, dari pada mengenalkan berbagai hal-hal futuristik yang ada di masa depan, kita justru malah akan sering menemui berbagai hal-hal peninggalan leluhur sebelumnya. Seperti skuter, radio, mobil diesel, pesawat baling-baling, dan berbagai hal lainnya, yang tentu, masih bisa bekerja normal seperti biasanya. Ini mencerminkan kehidupan pedesaan yang sangat kental pada lingkungan di sekitar Alpha dan kawan-kawan.

Cerita ini utamanya diceritakan dengan sudut pandang Alpha Hatsuseno sementara ia bertemu kawan-kawan lama atau membuat kawan baru serta mengeksplorasi dunia yang ada di sekitarnya. Alpha ini merupakan robot yang bertipe A7M2 yang bisa merasakan perasaan. Cerita ini dimulai saat Alpha akan membeli biji kopi di Yokohama untuk stok kafe yang dia jalankan. Sudah lama dia terus menunggu pemiliknya untuk kembali ke rumah yang juga digunakan sebagai kafe tersebut, sambil menjalankan usaha kafenya yang bernama Cafe Alpha tersebut. Karena Alpha ini merupakan robot, yang tentu bisa juga dibilang tidak bisa mati, Alpha memutuskan untuk tetap menunggunya sampai kapanpun juga.
Selain Alpha, ada juga karakter-karakter lain yang muncul dalam serial ini. Salah satu yang paling sering muncul adalah Oji-san serta cucunya yang bernama Takahiro yang menjalankan usaha pengisian bahan bakar bensin, tidak jauh dari tempat Alpha tinggal. Ada juga Sensei, seorang nenek yang dulunya bekerja sebagai peneliti robot sejenis Alpha, dan sekarang tinggal di dekat Cafe Alpha. Ada juga Ayase, seseorang pengelana yang selalu mengembara tanpa henti, mengililingi dunia luas nan indah bersama Kamas (Ikan terbang predator). Makki yang merupakan adik dari Takahiro dan masih banyak lagi. Yah, walau nggak terlalu banyak juga sih. Seimbang lah, kalau kata saya.

Fokus utamanya memang Alpha, namun ada karakter lain yang terkadang menjadi pemeran utama dalam beberapa bab. (tidak banyak, namun juga tidak sedikit)
Yaitu, Kokone Takatsu, robot bertipe A7M3 yang bisa juga dibilang adiknya Alpha (menurut seri produksinya), sementara ia berkembang, ia semakin memendam rasa terhadap Alpha, yang lalu membuat dia penasaran dengan sejarah dan asal-muasal robot-robot bertipe A7.

Meskipun karakter lainnya tidak banyak terekspos, namun sang mangakanya memberikan setiap karakternya pengembangan yang cukup sehingga setiap karakternya selalu diingat, dan membekas di hati setiap orang yang membacanya (termasuk saya, hehehe). Interaksi antar karakternya juga sangat bagus, tidak terasa dicepatkan, pelan namun pasti, dan yang paling saya suka adalah presentasi dialognya yang dipotong di tengah jalan, namun tidak dilanjutkan di bab selanjutnya. Itu menyimpulkan bahwa walau kamu telah selesai membaca di bab hari ini, maka jeda antara bab hari ini dan minggu depan, cerita di manga ini tetap berjalan.

Serta juga, pembawaan cerita yang benar-benar mendalami sifat si karakter utama yaitu Alpha. Di mana Alpha yang tidak begitu tertarik dengan suatu rahasia di belakang sesuatu. Sebagai contoh, tanaman-tanaman yang menyerupai lampu jalanan dan juga bangunan, dari pada mencari penyebab ilmiahnya, Alpha justru lebih menganggap bahwa lampu tanaman tersebut adalah jelmaan dari butiran-butiran hasil ciptaan manusia yang diingat oleh bumi. Sehingga, karena itulah banyak hal-hal yang tidak dijelaskan ‘mengapa?’ meskipun manga ini telah berakhir.
"Sometimes, I wonder. Is Alpha really not human?"
Kenikmatan - 10
Hahaha, benar-benar manga yang luar biasa. Meskipun masih belum ada terjemahan resmi dalam bahasa inggris maupun bahasa indonesia, manga ini sudah diklaim oleh banyak kritikus bahwa Yokohama Kaidashi Kikou adalah salah satu manga terbaik dalam dekade ini. Atau bisa jadi, sepanjang masa.

Keseluruhan – 10
Membaca YKK tentu merupakan sebuah pengalaman yang sangat unik, menyenangkan, dan menenangkan. Setiap bab diisi dengan ketenangan, mimpi, alam, dan sebagainya. YKK mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam, menjaga bumi dari keterpurukan, dan jangan terlalu rakus. Serta mengingatkan kita bahwa kita hanya akan hidup sekali saja, jalankan hidupmu sesukamu, lakukan dengan penuh semangat, sehingga kamu takkan menyesal kelak. Namun jangan lupa, bahwa waktu itu terus berjalan, manusia juga terus berkembang dan itu merupakan hal yang sangat biasa di dunia nyata, namun karena hal yang sangat biasa itulah, kita tidak begitu memperhatikannya.

Rasanya, manga ini seperti ingin mengatakan: "Menatap masa depan yang cerah dengan penuh harapan, meskipun di hari dulu, kita sebagai manusia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal di bumi tempat kita berpijak ini."
I can't...
this is... too beautiful...

Note: Ulasan ini ditulis oleh saya dengan memakai referensi dari beberapa pengulas di MyAnimeList yang saya rasa cocok dengan pemikiran saya. (Maklum, masih rancu kalau membuat kata-kata sendiri.) Namun, bukan berarti di ulasan ini tidak ada sama sekali pemikiran saya yang murni. Tentu saja ada, malah lebih banyak daripada referensi dari MyAnimeList.

Jumat, 07 Agustus 2015

Ulasan Mangaka: Inio Asano

23.08
Inio ASANO meruakan seorang mangaka yang terkenal dengan karya-karyanya yang berkecimpung di seputar kehidupan. Menurut saya, mangaka ini ingin menyampaikan makna bahwa "Hidup itu keras, namun juga indah. Hidup akan tetap berjalan, meskipun kamu lenyap dari dunia ini." dalam balutan kesan "gelap" yang ditampilkannya, Asano bisa dibilang sukses menggaet penggemar dengan gaya gambarnya yang unik ini.

Asano lahir pada tanggal 22 September tahun 1980 di Ishioka, Prefektur Ibaraki, Jepang. Asano memulai debutnya sebagai mangaka dengan merilis manga berjudul Futsu no Hi. Asano mulai dikenal khalayak ramai saat ia sedang mengerjakan manga Solanin, yang di mana, dibuatkan Feature Film-nya pada acara pemutaran film yang dibintangi oleh Aoi Miyazaki. Dan di 2010, Yomiuri Shinbun, salah satu perusahaan koran terbesar di Jepang, mendeskripsikan Asano sebagai "salah satu suara dari generasinya".

Asano dikenal karena cerita yang berbasis perjalanan karakternya, cerita yang realistis, mulai dari kehidupan sehari-hari sampai dengan psikologis horor.

Ada banyak karyanya yang saya favoritkan. Mulai dari "Goodnight, Punpun" (Oyasumi Punpun), "Solanin", "The End of The World and Before Dawn" (Sekai no Owari to Yoake Mae), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Saya juga suka dengan gaya penggambarannya yang realis, maksudku, lihatlah gambar yang saya ambil dari salah satu manga-nya ini.




Indah sekali, 'kan? Ditambah salah satu yang saya paling suka dari si Asano ini.
Ya, tepat. Transisi di setiap panelnya. Ini salah satu contohnya:

Jadi terkesan "Meskipun aku lenyap, kehidupan akan tetap berjalan" Damn, bikin merinding saja ini gayanya. Bikin saya tidak bisa berkata apa-apa, saking indahnya :')

Dan salah satu hal yang paling khas dari gaya penggambaran Asano ini, kadang dalam suatu panel, ada orang asing yang entah sedang melakukan hal aneh, tapi orang asing itu hanya sebagai figuran saja. Tidak kurang dan tidak lebih.

Nah sekarang, saya akan mengulas cara Asano dalam mempresentasikan ceritanya.
Bagaimana cara Asano mempresentasikannya, bisa dibilang sangat kreatif. Mari kita ambil salah satu contoh karyanya yang paling bagus menurut saya, yaitu Selamat malam, Punpun.

Punpun, karakter dari seri cerita ini, digambarkan sebagai sebuah bentuk yang mirip sekali dengan burung. Tidak hanya Punpun saja, seluruh keluarganya juga digambarkan seperti burung tapi tetap saja, jika dilihat oleh karakter yang ada di manga tersebut, mereka semua melihatnya sebagai orang biasa yang memiliki wajah, bukan burung.

Punpun juga jarang berbicara, meskipun sebenarnya mereka (Punpun dan lawan bicaranya) sedang berbicara dalam arti yang sebenarnya, namun Asano "membisukan" karakter Punpun tersebut. Sifat-sifat Punpun dan apa yang ia lakukan selanjutnya akan diceritakan secara monolog dan juga bisa dilihat secara cermat lewat ekspresi Punpun. Asano menceritakan kisah Punpun dalam sudut pandang Punpun itu sendiri, sehingga pembaca bisa tahu bagaimana cara Punpun mengatasi berbagai problematika dalam kehidupannya. Asano juga menceritakan kisah Punpun dari saat dia SD sampai Dewasa Muda. 

Sehingga kalian bisa tahu, bagaimana dan apa yang sebenarnya Punpun rasakan selama ini. Ada juga orang yang merupakan bagian dari suatu sekte, yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir, pasti kalian kira dia itu gila dan hanya orang random yang lewat di manga tersebut. Tapi nyatanya, tidak. tl;dr, Serial ini merupakan serial yang sangat indah. Oh iya, jangan lupa dengan 'dark humor' yang disisipkan oleh Asano di setiap babnya.

Dan juga, bagi kalian yang ingin membaca wawancara dengan Inio Asano tentang Oyasumi Punpun, silakan baca di sini [Dalam Bahasa Inggris][SPOILER WARNING] https://mangabrog.wordpress.com/2014/07/06/inio-asano-interview-reality-is-tough-so-read-this-manga-about-cute-girls-and-feel-better/

Goodnight, Punpun akan dirilis di Amerika dan Kanada oleh penerbit VIZ Media pada 2016.
Ulasan penuh tentang Selamat Malam, Punpun akan saya posting di blog ini nanti :).

Namun perlu diketahui, bahwa karya Asano ini BIASANYA, penuh dengan adegan 18+. Jadi saya tak bertanggung jawab kalau tiba-tiba ada ya begitulah :>.

(Maaf jika dirasa ulasan ini terlalu singkat, karena memang saya masih belajar menulis :> )

“Freedom without any purpose feels a whole lot like boredom.” 
 ― Inio Asano

Discord

Recent

Random