Rabu, 21 Oktober 2020

Baca Manga Indonesia di Mangadex? Begini Caranya...

18.26

 Hmm, setelah cukup lama main-main di Mangadex, sepertinya masih jarang ya orang-orang umum yang memakai website ini. Nah kali ini aku mau kasih tau beberapa cara bagi kalian yang ingin memakai Mangadex namun terbentur dengan masalah bahasa dan settingan nya yang cocok.

Direkomendasikan membuat akun Mangadex agar perubahan yang kalian lakukan bisa diingat tanpa perlu terikat dengan device tertentu saja. Namun, membuat akun itu sama sekali bukan sebuah keharusan jadi kalau bener-bener nggak mau buat akun itu nggak masalah. Oke lah, mari kita mulai guide-nya.

MangaDex

Pertama, tentu saja buka situs Mangadex.org terlebih dahulu.

Kedua, pilih logo gear seperti gambar di bawah.

msedge_2020-10-21_18-16-01

Ketiga, kalian lalu akan menemukan menu ini lalu tinggal ubah deh chapter languages menjadi Indonesian serta user interface languages menjadi indonesian juga. (bonus ada pilihan hentai juga apabila kalian sudah membuat akun Mangadex hehe)

msedge_2020-10-21_18-17-34

Apabila kalian tidak membuat akun maka pilihannya akan seperti di bawah ini. Kurang lebih sama sih, jadi harusnya nggak begitu masalah kok bagi kalian.

msedge_2020-10-21_18-09-23

Simpel banget kan caranya? Kuy lah pindah ke Mangadex, kualitasnya biasanya lebih bagus kok, terus ada mode penghemat di pengaturan kalau mau hemat kuota juga hehe. Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan komentar saja nggak masalah.

Baca juga ya manga-manga rilisan kami~

Kamis, 24 September 2020

[ULASAN] Yasashii Sekai no Tsukurikata — Drama Anak SMA yang Realistis

18.52

Oke, kali ini saya ingin mengulas tentang manga berjudul Yasashii Sekai no Tsukurikata. Manga ini diserialisasikan di Dengeki Comics yang biasanya berisi manga dengan tipe shonen. Namun anehnya, manga ini sama sekali tidak memiliki bumbu-bumbu khas shonen, malah lebih cocok ke shojo atau seinen dengan dramanya yang begitu kentara. 

Well, manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou (I Shaved. Then I Brought a High School Girl Home) saja juga disebut shonen sih, jadi agak bingung juga dengan pembagian genrenya wkwkwk. Oh iya, ada bagian yang tidak tersensor juga walaupun sedikit sekali (sampai ke volume terakhir, cuma satu bagian aja yang no sensor).


Sinopsis singkat, berkisah mengenai Yuu Tomonoga, seorang jenius yang diterima di universitas ternama di Amerika Serikat pada umur 13 tahun, namun saat melakukan tesisnya, ia kehilangan pendanaan oleh perusahaan yang mensponsori penelitiannya. Lalu dia pun memutuskan putus kuliah dan kembali ke Jepang untuk melanjutkan penelitiannya. Namun sayang, ia juga kekurangan uang untuk kesehariannya. Beruntung masih ada guru, atau sekarang kawannya, yang menawarkan ia untuk bekerja sebagai guru di SMA khusus perempuan. Bagaimana kisah Yuu selanjutnya?


Jadi, seperti yang sudah saya tulis di bagian pengantar, ini manga walau berada di majalah genre shonen, tapi ini hampir tidak ada unsur shonen nya sama sekali, yah mungkin bagian daleman ceweknya cocok sih buat shonen. Ya, genre utama manga ini merupakan slice of life, love, drama, dan school. Semua berawal dari pemeran utama kita, Yuu, yang karena kesialannya harus dropout dari universitasnya dan mengajar di SMA khusus perempuan demi menyambung biaya sehari-harinya.


Dalam Yasashii Sekai no Tsukurikata ini secara umum mengisahkan tentang manis pahitnya kehidupan SMA yang tidak melulu sempurna seperti yang dikisahkan manga-manga biasanya di genre ini. Kita akan menemukan drama keluarga, drama percintaan, dilema kehidupan, masa depan, serta keluguan yang wajar dilakukan oleh anak SMA.


Di sini ada beberapa siswi di bawah naungan Yuu yang dijadikan fokus. Pertama, ada Haruka, gadis yang hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh guru sebelum Yuu datang. Lalu ada Aoi, yang memiliki masalah juga dengan keluarganya—seorang jenius yang terhambat karena masalah keluarga. Touko, yang memiliki masalah cukup susah untuk dijelaskan, mungkin panel manga di atas (ya, itu Touko saat SD) bisa cukup menjelaskan akar masalahnya. 


Selain tiga perempuan tersebut ada juga Kayo, Onoda-sensei, Yurine-chan, dan lain-lain. Mereka masing-masing juga memiliki latar belakang yang tak kalah menarik. 



Ada dua hal yang membuat aku tertarik dengan manga ini. 


Pertama mengenai art nya, art nya suka banget sih cewek-ceweknya cakep, realistis walau cenderung pada kurus-kurus (dan sekali lagi, cantik). 



Kedua, yaitu interaksi dan perkembangan karakternya. Manga ini berhasil dalam memperlihatkan susahnya untuk menyelesaikan suatu masalah, meski bila solusinya sudah tepat di depan mata. Rasa untuk lari dari kenyataan, rasa untuk melindungi hati baik diri sendiri maupun kawan, semuanya berhasil ditampilkan secara menarik dan realistis di manga ini. Manga ini juga sukses dalam menangani hubungan platonik —suatu hal yang jarang ditampilkan dalam manga.



Dua hal itu lah yang membuat aku tertarik untuk membacanya, lalu karena jumlah babnya yang lumayan tidak terlalu banyak (hanya 31 bab saja di Mangadex) membuat saya bisa menyelesaikannya hanya dalam sehari. Bagian mengenai dunia akademik juga cukup menarik, dan memang kenyataannya seperti itu. Dunia akademik tidak semudah yang dibayangkan.


Namun, seperti sewajarnya karya manusia, bukan berarti manga ini tanpa kekurangan. Ada hal yang aku kurang sukai, seperti kurangnya pendalaman untuk karakter sampingan seperti Yurine-chan, karakter di kelas lain, koleganya si Profesor Baker dan kolega lainnya juga tidak begitu diperdalam. Padahal di bab bagian Yuu x Yurine juga harusnya bisa dijabarkan lagi sehingga mengembangkan karakter Yurine ini, sayang sekali. Oh iya, karakter sampingan di sini seperti cuma sekali muncul terus udah hilang. Sedih sih... Tapi ya ini kekurangan manga ini.


Penilaian Akhir: 8/10  Bagus

Gambar 8/10 | Cerita 8/10


Oh iya, kalau kamu tertarik dengan Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou, mungkin kamu akan tertarik dengan manga ini, karena hampir mirip tema umumnya, bedanya ya si paruh bayanya bukan guru saja kalau di Hige wo Soru.

Kamis, 03 September 2020

[ULASAN] I, Who Acquired a Trash Skill 【Thermal Operator】, Became Unrivaled. (MANGA)

16.27


Aku, aku bingung ingin memulai dari mana... 


Sedikit spoiler sih, tolong jauh-jauh dari manga ini. Yep, itu kesimpulanku. Anyway mari kita mulai ulasan singkat ini. 


Manga ini berkisah tentang dunia klise di mana secara tiba-tiba orang dengan kekuatan super yang disebut Talentsmuncul di dunia ini. Karena itulah, gejolak kekuasaan global pun dimulai dikarenakan datengnya orang-orang super ini. World Talent Great Warpun terjadi selama kurang lebih 10 tahun dan menyebabkan populasi dunia berkurang sampai lebih dari 20%. Entah kenapa juga tiba-tiba saja perang tersebut terhenti. Akhirnya, sembilan orang super dengan level 5 membuat perjanjian yang membagi dunia ini menjadi 9 Site. Inilah kisah, 10 tahun setelah perang tersebut.


Seperti biasa, cerita dimulai dengan seorang bocah bernama Serizawa Atsushi yang oh ternyata, kekuatannya dianggap sampah, dan dimulailah kehidupan sekolahnya. Oh ya, manga-nya cuma 20 chapter doang. Yea, bahkan 1 arc aja belum selesai saat manga ini tamat, belum apa-apa langsung arc berat seperti lomba antar sekolah. Pengembangan karakter yang hampir sama sekali ga ada malah dilanjutkan langsung masuk ke arc berat. Lalu tamat deh, tiba-tiba selesai. Ga paham lagi udah, pantas aja hanya 20 chapter, mungkin karena di-axe oleh penerbitnya.


Sebenernya sangat kecewa sih, karena katanya novelnya mayan bagus. Kalau melihat komenan di Mangadex sih, banyak banget yang di-skip. Tapi, aku jadi ragu ingin membaca novelnya bila manganya saja memiliki alur cerita yang sesampah ini. Oh, iya, art nya menurutku hanya bagus di sampul bukunya aja. Saat di manga-nya sih B aja, atau malah di bawah rata-rata...


Nilai: 3/10 - Sangat Mengecewakan

Kamis, 31 Oktober 2019

Rekomendasi Font untuk Menerjemahkan Manga

22.18
Sebagai seorang """veteran""" di dunia tetek bengek penerjemahan manga, saya ingin membagikan beberapa font yang saya gunakan dalam dunia penerjemahan manga. Namun, tidak hanya font yang sering saya pakai, saya juga akan memberi daftar beberapa font yang dipakai oleh beberapa scanlation luar yang sudah terkenal nan senior. Yak, langsung saja.
Di manga Pseudo Harem alias Harem Semu yang aku garap sejak beberapa bulan yang lalu, aku memakai font "Komika Text" sebagai teks utama, serta memakai "Felt" apabila ada percakapan di luar dari balon. Apabila ekspresi karakternya takut, sedih, biasanya sih pakai font "Another", dan apabila karakternya teriak, aku pakai font "Poetsen One".

Nah, di manga ini juga, aku mulai niat ngelakuin redraw. Nah, untuk SFX/efek suara, font nya beda-beda tergantung dengan suasana dan font Jepang aslinya bagaimana. Beberapa yang sudah pernah aku pakai sih ada: augie, gorilla milkshake, DK Drop Dead Gorgeous, twelve goldfish, from when you are, SF Grunge Sans, arch rival, dan banyak lagi yang diriku tidak ingat. 

Semua itu saya pakai setting huruf smooth di Photoshop dengan jarak antar huruf 0-50. Baru-baru ini saya merasakan pahit-manis nya nge-redraw. Tapi saya tetap enjoy sih melakukan redraw, walau sekiranya memakan waktu banget, dan mungkin kalau ada redraw yang susah, bab terbaru Pseudo Harem akan tertunda untuk beberapa hari. Bagi kalian yang ingin melihat beberapa PSD dari terjemahan yang saya lakukan, bisa klik di sini!

Oke, setelah font yang saya gunakan dan rekomendasi, berikut ini lah rekomendasi font dari berbagai scanlation luar.
Red Hawk Scans 1) Text inside bubbles: Speech: CC Astro City Thought: CC Jim Lee Box: CC Astro City or CC Jim Lee Shout (inside spiky bubbles): Zud Juice Small text: Augie (keep it in lowercase) Sfx: CC Splashdown or any font that looks good. Phone calls, audio texts: Felt (all caps) or GF Matilda Bold (all caps) 2) Text outside bubbles: Speech: Augie (keep it in lowercase) Thought/narration: CC Jim Lee Chapter title: Bernard MT Condensed (all-caps), VAGRounded BT (all-caps) or any font that looks good. Side text: ObelixPro, VAGRounded BT (in all-caps) or any font that looks good. Sfx and translation note: CC Astro City Handwritten text: SF Grunge Sans
Storm in Heaven  The standard main font: Wildwords, font size generally between 12-13px. Thoughts/narration: Manga Temple, ditto on the font size. For small-text: Most of our editors use Augie, but you may choose any font that's easy to read. Comments/Notations: Felt is good for this, since it's easy to make out at a small size. Text styling specifics: Normal text: Wildwords, black. Thoughts: Wildwords, gray (hex #666666). Flashbacks: Wildwords black, italic. Excited Text (in Spiky bubbles): Wildwords black, bolditalic. Narration: Wildwords black will do, though you can use a special font if you'd like ^^ Small-text, notes, and everything else is up to you. If you don't want to find your own, FlairSSK is great for notes, and Augie is great for small-text.
DP Scanlation  Font Template - Normal dialogue (Anime Ace) - Side comments (Rabiohead) - Main sfx (Pigae or Twelve Ton Goldfish. Your "solid black" and "white outlined in black" sfx should be the same font) - Phone font (something thin and sans-serif) And if the manga calls for it - A round font (onestroke script) - Japanese brush script font (Pigae in all caps) - Scratchy sfx font (Chicken scratch, Chiller) - Large, bold font
BK Dumb Aho Speech CC Wild Words Int (Roman), 8pt (1300px height) or 9pt (1500px height), Black, Smooth Loud Speech CC Wild Words Int (Bold Italic), 9pt to 12pt, Black, Smooth Thoughts Inside Bubbles, Narration Inside Boxes, Thoughts/Narration Outside Bubbles/Boxes CC Astro City Int (Italic), 8pt (1300px height) or 9pt (1500px height), Black, Smooth Phone Speech CreativeBlock BB, 10pt, Black, Smooth Small Texts SwaggerBold, 12pt (11pt Vertical Spacing), Black, Smooth Hand of Sean, 10pt to 12pt, Black Smooth Notes Zud Juice (Bold), 10pt, Black, Smooth Moans A little pot, A Safe Place to Fall, Aaron’s Hand, Bring the noize, CARO, Rambo Killer, Royfont, Elisana, mince SFX (You can use other fonts, these are just examples) aaaiight!, Akbar, Another, AhnberHand, Alphahate, Baloney, Bearpaw, Bolide, BranchingMouse Becker, Cataclysmic, Christopherhand, Comiccity, Crazy Killer, Daniel, dickhop, Doktor terror, Edo, Edo SZ, Faraco Hand, Fighting Spirit TBS, In his hands, Inkburrow, KBwhenpigsfly, PinkClouds, Shipwreck, Smudger LET, Zachary 
Forever More Each main character get their own narration, excited and sfx font and for all the minor character we use the same font. For normal text we always use Wildwords 2,9 3,1px. Here's an example of one of my notes I made while I was editing the 'Oneshot - Asayake no Anchikushou by Sakurai Shushushu'. Main character 01 (Motoki) => - narration font: dadhand (3,5px) - excited font: radio active granny (5/5) {text size & leading are both 5pt} - sfx fonts: lovits - sparkle, shock, close door marathon - splat, hit zahstralogy - thump, shine 
Senbonzakura Kageyoshi Blambot offers a lot of good manga fonts for dialogue that are also very legible (like Anime Ace, Crime Fighter, SmackAttack, and Manga Temple). Mouth Breather is good for dramatic text. The Design and SFX fonts can start hovering near that “hard to read” line, so be careful if you use any of those. Gorilla Milkshake is good, as are Seargant Six Pack and Badaboom. If you have a series with lots of side text and comments (a la Skip Beat), then you’ll want some “handwritten” fonts. These can be extremely hard to read, too, especially if the font size is small, so be careful! Augie is probably one of the most commonly used handwritten fonts, though now that I’m looking at the site, Angelina looks like it could be nice, too. I’ve used Andrew Script and Expletives Deleted before…
Cafe Scans Regular Speech - Wild Words - Anime Ace - Manga Temple Shout - Komika Title - Badaboom BB!! - Comixheavy - Zoinks Thoughts - Felt - CCJimLee - Digital Strip Narration/ Outside Thought - Astro City - Zap Raygun 2.0 Small text - augie - Chinacat - Fennario - Trashhand 
Dynasty Scans Main Text - Wild Words Thoughts/Narration Boxes - Zud Juice Small Text - akbar/augie Notes - Aquillia 
Yuri Project Typical font for dialogue is Wild Words yelling is bold-italic Wild Words handwritten text is augie narration is Chinacat thought is Zud Juice 
Addicted to Curry Main font: Wild Words Narration: CC Astro City Thoughts: CC Jim Lee Shouting: Blambot Casual or other if more suitable Title: Headline one Small words: Augie TL Notes: Zud Juice Robotics Words: Midnightkernboy Loud laughter: Komika Axis Volume title: Adobe Caslon Pro Bold 22 Harsh SFX: Tekton pro
/u/captainba Dialogue: Anime ace 2.0, Wild Words, Laffayette Comic Pro, Manga Temple, Mighty Zeo, Year Supply of Fairy Cakes, Zud Juice. Rough speech: TrashHand, Umberto. Cute speech: How cute, IAmTheCrayonMaster. Small thoughts: augie, Brianne's hand, Hand of Sean. Boxes: Anime ace 2.0, Wild Words, Felt, Irezumi. (Basically dialogue fonts) SFX: Umberto.
Jadi, itu tadi merupakan font font yang direkomendasikan oleh grup-grup scanlation yang sudah sering berkecimpung di dunia ini. Kalau misal kesusahan baca quote nya, bisa kunjungi postingan Reddit ini! 

Apabila kalian tahu preferensi grup scanlation tertentu, komen saja nanti akan aku tambahin. Atau... kalian memiliki preferensi sendiri dan ingin membagikannya? Tentu boleh! Tinggal komen saja, nanti akan saya masukkan ke postingan ini!

Minggu, 27 Oktober 2019

[ULASAN] Only Yesterday oleh Studio Ghibli

20.47


Only Yesterday film animasi buatan Studio Ghibli yang disutradarai oleh Isao Takahata (Grave of The Fireflies, Pom Poko, The Tales of Princess Kaguya) merupakan salah satu film drama slice of life yang sangat menarik menurut saya.

Ulasan Singkat: Kisah tentang hal-hal "pertama" yang mengena pada hidup seorang wanita bernama Takeo. Penggambaran "mono no aware" nya bagus, feel-nya mirip kayak pas baca YKK (Yokohama Kaidashi Kikou). Animasinya sangat bagus. Penggambaran karakter dibuat realistis, bahkan wider cheekbone khas east asian nya dibuat makin kentara. Transisi animasi dibuat "komplit", yang biasanya dipotong untuk budget saving + mempersingkat waktu, di sini tetap dianimasikan, sehingga memberi kesan seakan-akan kita sungguh adalah orang ketiga. Simpelnya sih menurut saya, ini anime sangat menggambarkan berjalannya waktu alias "mono no aware".

Nilai: 9/10 - Sangat Direkomendasikan

Kamis, 01 Februari 2018

[ULASAN] VA-11 Hall-A oleh Sukeban Games

13.41

VA-11 Hall-A atau yang biasanya langsung dibaca sebagai Vallhalla merupakan salah satu gim novel bergambar berslogan Cyberpunk Bartender Action buatan Sukeban Games, yang dirilis pada tanggal 21 Juni 2016 dengan harga $14.99 atau Rp. 95.999 dalam Steam wilayah Indonesia. Dan untuk harga segitu... aku berani jamin, kalau gim ini sangat worth to buy. (Beli sekarang di Steam!)



Eh, tapi jangan langsung beli dulu! Simak dulu impresiku di bawah.

VA-11 Hall-A ini, ndak seperti gim novel bergambar yang hanya memberikan cerita saja. VA-11 Hall-A juga memiliki gim kecil-kecilan yaitu kamu akan bekerja sebagai bartender yang bernama Jill! (dan temannya yang bernama Gill. sadboi yang misterius)

Jadi kalian bakalan meramu jamuan ber-alkohol bagi para pelanggan bar VA-11 Hall-A yang tercinta ini~ gimnya sangat gampang sekali kok, bahkan tidak ada batasan waktu dalam meramu minuman yang ada. dan juga ya, di sini juga ada daftar menu yang berisi komposisi dari minuman yang dijual. Jadi, bagi kalian yang mencari tantangan, kayaknya gim ini sama sekali bukan buatmu deh~ Mending kamu main Cuphead sana~~ (tapi kalau kamu salah meramu, nanti bisa dapat pinalti gaji loh, jadi jangan sampai salah :3)

Kalau masalah gambar, jujur saja, gaya gambarnya sangat aku suka. Entahlah, aku suka banget gaya gambar seperti cyberpunk begini. Dengan perpaduan warna mayoritas ungu dan merah muda, hhhhh
Untuk musiknya, juga sangat aku suka, paduan trek synth-nya memberikan atmosfir tenang dan beberapa memberikan semangat. Musiknya dapat membuatku ingin memainkannya terus menerus (walaupun sebelum membuka gim ini, selalu terkena procastination :c). Beberapa judul seperti Welcome to VA-11 Hall-A, Every day is Night, dan Safe Haven merupakan favoritku. (Tapi semuanya enak buat didengarkan kok, mantap banget lah!) Dengarkan beberapa musiknya di situs BandCamp mereka!

Nah sekarang, kita menuju bagian cerita. Namun karena aku belum tamat memainkannya, dan kalau dibahas jauh-jauh bakal jadi spoiler, mungkin aku ga bakal bahas banyak (Nanti aku edit kok kalau sudah selesai main, tenang saja).
Jadi intinya, penulisannya bisa dibilang sangat bagus! Walau untuk konsepnya, kamu bekerja sebagai bartender yang mendengar keluhan-keluhan orang dalam kota distopia di masa depan bernama Glitch City, kamu tetap bisa merasakan hidupnya kota tersebut dari omongan-omongan para pelanggan kamu (and for some reason, your customer aren't your daily usual customer, fortunately). Jadi kamu pasti bakalan tertarik untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Pelangganmu juga tak hanya manusia, namun juga Lilim! Robot humanoid yang mirip sekali dengan manusia, baik kelakuan maupun bentuk fisiknya.
Kesimpulanku, gim ini pantas untuk dibeli, sementara ini akan aku beri nilai 9 dari 10. Aku suka banget, sampai-sampai profil Steam-ku, aku dekor dengan dekorasi VA-11 Hall-A hahaha~

Oh, iya! Pengembang dari gim ini, sangat akrab dengan para penggemarnya loh! Baca saja blog mereka di: http://blog.waifubartending.com
Dan bagi kamu yang suka mesum-mesum, sang pengembang juga mengumpulkan beberapa postingan lewd yang mereka sukai~ Cek aja di sini.

Sementara itu saja dahulu, terima kasih sudah menyertakan waktu kalian untuk membaca ulasan singkat ini~

(maafkan kalau kepiawaian saya dalam mengulas masih mengulas, aku kudu banyak baca ulasan orang-orang nih biar bisa makin bagus, ugh...)

Sabtu, 09 Desember 2017

[ULASAN] Ballroom e Youkoso (Manga)

22.39
Sudah sebulan saya tidak menulis sesuatu di blog ini. Ah, atau bisa dibilang lebih dari sebulan, dikarenakan post Mushoku Tensei yang bulan lalu saya terbitkan, hanya sekadar postingan cadangan.

Baiklah, kali ini saya akan menulis ulasan lagi tentang manga yang bisa dibilang memiliki tema unik walau dengan alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan manga yang sejenis.
Yap, kali ini saya akan membawakan Ballroom e Youkoso sebagai topik ulasan postingan kali ini.

Ballroom e Youkoso yang berarti "Selamat Datang di Ruang Dansa" dalam bahasa Indonesia ini, menceritakan tentang Fujita Tatara dengan konsep "from zero to hero".

Yap, seperti manga dengan konsep "from zero to hero" pada umumnya, Fujita ini tidak menemukan tujuan hidupnya. Bahkan ia kesulitan memilih SMA tujuannya, apalagi dengan nilai yang pas-pasan. Saat perjalanan pulang, ia melihat sebuah poster tentang dihadang oleh sekumpulan preman sekolah, lalu diselamatkan oleh seseorang yang tidak dikenal oleh Fujita. Lalu, oleh seseorang tersebut, Fujita diajak ke sebuah sanggar tari yang dikhususkan untuk cabang dansa. Tak disangka, orang yang mengajak tersebut merupakan salah satu pemain dansa profesional nan jenius dari Jepang, bahkan hanya satu-satunya yang bisa mewakili Jepang di kancah internasional. Dialah Sengoku Kaname. Dan lebih tak disangka lagi, di sanggar tari tersebut, ada teman seangkatannya yang bernama Shizuku Hanaoka. Setelah melihat latihan di sanggar tari tersebut, ia pun ingin berubah. Dan begitulah awal mula dari anak yang akan mengguncang dunia dansa Jepang. Atau bisa jadi, internasional.

Walahh, malah nulis sinopsis awalnya.... Oke! Mari kita mulai pembahasan saya tentang manga yang unik ini. Untuk itu, saya akan memulai dari kelemahannya dahulu.

Jujur saja, bagian terlemah dari manga ini adalah ceritanya yang cukup klise. Konsep "from hero to zero" sudah jamak ditemukan di berbagai cerita di belahan dunia ini. Konsep tersebut merupakan konsep umum dalam dunia cerita. Namun, konsep tersebut apabila dipergunakan dengan baik, justru malah bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda dan bagus. Ballroom e Youkoso mungkin adalah salah satu contohnya. Dengan tema dansa yang menurut saya masih sangat jarang, Ballroom e Youkoso dirasa cukup berhasil dalam mengusung racikan yang berbeda. Seperti dengan manga Slam Dunk karya Inoue-sensei yang berhasil mengenalkan olahraga basket pada penduduk Jepang. Manga ini bisa saja mengenalkan olahraga dansa pada penduduk Jepang, namun untuk saat ini, efeknya masih tidak sebegitu besar kalau dibandingkan dengan Slam Dunk....

Nah, kalau untuk gambarnya, 10/10 gaya gambarnya cocok banget. Lekukan dan presentasinya patut diacungi jempol. Duh, bahkan saya bingung mau mengatakan apalagi. Pokoknya bagus banget dan cocok dengan cerita yang digunakannya.

Ballroom e Youkoso juga mendapatkan banyak penghargaan, adalah Taisho Awards pada tahun 2013 dan 2015 yang masing-masing mendapatkan peringkat ke-2 dan ke-6.

Bagi kalian yang suka komik aksi tapi nggak melulu tentang tarung-tarungan atau tawuran with nakama power manga ini mungkin akan cocok buat kalian.


And yes, kali ini merupakan ulasan lamaku juga yang belum sempat aku post di blog...
Dasar Fritzkier kamu procas banget sih...

Anyway, fun fact aja nih, ulasan ini dibuat mungkin sudah tahun lalu, namun untuk manga nya sendiri, nggak jauh berbeda loh jumlah chapter-nya dari tahun lalu. Konon kabarnya mangaka-nya sedang sakit berkepanjangan... mohon doanya agar beliau sembuh ya :(
Kasihan juga, manga yang potensinya bagus begini, menjadi hilang peminat karena kesehatan mangaka yang terus memburuk....

Oh iya, untuk postingan tentang kumpulan tautan, mungkin kalau udah nggak sibuk deh...
Maafkan ya ;_; masih banyak kepanitiaan soalnya...

Discord

Recent

Random