Minggu, 04 September 2022

[Genshin Lore] Kisah Asase Hibiki, Tragedi di Pulai Seirai Inazuma -draft-

09.05

Berikut cerita yang diceritakan melalui set artefak Shimenawa's Reminiscence


Asase Hibiki adalah seorang gadis kuil dari Kuil Asase di Pulau Seirai. Ketika masih muda, dia melakukan perjalanan ke Kuil Agung Narukami untuk belajar di bawah tuntunan Saiguu Kitsune yang agung. Di Kuil Narukami, dia bertemu dan pada akhirnya tertarik dengan Takamine The Mistplitter, mereka berdua saling menyukai, sehingga keduanya menjadi dekat. Saiguu Kitsune sering menggoda Hibiki tentang itu.


Berikut cerita yang diceritakan melalui Mistsplitter Reforged dan Thundering Pulse


Takamine The Mistsplitter, pemilik Mistsplitter yang asli, adalah seorang penjudi dan pengembara. Setelah melihat seorang Tengu menggunakan Thundering Pulse yang luar biasa, dia mempertaruhkan tubuhnya yang muda nan kuat sebagai taruhan dengan busur si Tengu tersebut. Kontes itu berakhir imbang, dia berhasil memang mendapatkan busur tersebut, tetapi dia dipekerjakan sebagai pelayan oleh sang Tengu.


Di bawah sang Tengu, Takamine mempelajari kecakapan bela diri dan memanah mereka, lalu kemudian dirujuk ke Shogun melalui surat rekomendasi.


Berikut cerita yang diceritakan melalui Storm Cage dari set Emblem of Severed Fate


Berkat keberanian dan kehebatan Takamine, ia naik pangkat dengan cepat, dan akhirnya mencapai pangkat Hatamoto. Karena posisi barunya, dia akhirnya menikahi wanita lain, kemungkinan putri dari samurai berpangkat tinggi lainnya. Takamine jelas tidak senang dengan pernikahannya, sehingga ia sering mencari Hibiki dan mengajaknya keluar untuk saling mengobrol, bahkan mengajarinya cara seni memanah Tengu.


Berikut cerita yang diceritakan melalui set himenawa's Reminiscence, Mistsplitter Reforged dan Thundering Pulse


Saat Cataclysm 500 tahun yang lalu, Takamine bertaruh dengan Hibiki. Dia meninggalkan busurnya padanya, dan berjanji dia akan kembali dengan selamat dan "mengklaim masa depannya sebagai hadiah". Apa artinya? Menurutku dia ingin kawin lari dengan Hibiki setelah dia kembali, demi pergi melihat dunia bersamanya.


Sayangnya, Takamine dan Saiguu Kitsune jatuh dalam pertempuran. Hibiki mengambil jubah kepala Gadis Kuil dari Kuil Agung Narukami setelah kematian gurunya. Setelah periode waktu yang tidak diketahui, Takamine muncul kembali, obsesinya untuk kembali ke Hibiki mendorong bentuk barunya yang rusak dan mengerikan menuju Inazuma ke tempat reuni yang dijanjikan. Rahmat Hibiki membunuh Takamine yang rusak dengan busurnya sendiri.


Dihancurkan oleh serangkaian kekalahan, Hibiki pensiun dari Kuil Narukami. Dia kembali ke kampung halamannya di mana dia merawat kuil lokal dengan kucingnya Neko.


Bagian berikut dari cerita diceritakan melalui Hamayumi, dan berbagai dialog dari Neko adalah seri pencarian dunia Cat.


Ako Domeki Zaemon, raja bandit pulau Seirai, memimpin pemberontakan di Pulau Seirai melawan Keshogunan setelah Bencana Alam. Hibiki tua melihat Domeki tumbuh dewasa, dan selalu memperlakukannya seperti putranya. Dia tahu Domeki bukan tandingan angkatan laut Shogun, dan menantang Shogun berarti kematiannya. Putus asa dan tidak ingin kehilangan putranya, dia melepaskan Batu Penangkal Seirai, melepaskan Manifestasi Guntur, berharap itu akan menghancurkan angkatan laut Keshogunan. Memang, tetapi juga menghancurkan armada Domeki sendiri.


Bagian berikut dari cerita diceritakan melalui Echoing Conchs dan The Catch


Setelah armadanya sendiri dihancurkan oleh Manifestasi Guntur, Domeki dan krunya tersapu arus ke Kepulauan Apel Emas. Dengan bantuan penduduk setempat, mereka berhasil melarikan diri dari kepulauan dan kembali ke pulau Seirai yang sekarang hancur. Setelah melihat rumah mereka yang hancur, Domeki bersumpah untuk memenuhi keinginan Hibiki untuk melihat dunia di tempatnya, untuk bertemu dengannya lagi di mana semua rute kapal berakhir. Dan berlayar pergi sekali lagi.


Maka berakhirlah kisah Asase Hibiki.


https://www.reddit.com/r/Genshin_Impact/comments/plf3qr/the_tragedy_of_seirai_island_and_the_story_of/

Jumat, 03 Juni 2022

[Genshin Tips] Tempat Farming Crystal Core/Crystalfly Terbaik di Genshin Impact

01.34


 

Halo kawan sekalian, kali ini gue mau sharing tempat-tempat farming crystalfly atau crystal core nih! Si kupu-kupu kristal ini diperlukan saat membuat Condensed Resin! Lumayan lah buat ditabung bila perlu. Saat mengambil crystalfly maka kalian akan mendapatkan crystal core yang dapat digunakan menjadi material! Susahnya crystalfly ini adalah mereka cepat sekali kabur dan bener-bener ga boleh kena damage sama sekali! 


Jadi kalau misalnya kadang tidak dapat itu termasuk wajar, maka dari itu butuh guide yang banyak crystalfly nya agar kesempatan mendapatkan crystal core semakin besar!




Anemo Crystalfly

"Makhluk hidup yang tercipta dari partikel Anemo murni, terbang bebas di alam seperti wujud kupu-kupu yang diambilnya."



Crystal Core

"Inti dari kupu-kupu kristal. Ia menyerap elemental energy yang terlepas ke atmosfir."


Guide ini akan selalu di-update bila ada area baru yang muncul, jadi bookmark aja!


Guide 1 (63 Crystal Core)











Kamis, 14 April 2022

How to solve "Can't choose a drive" bug on Xbox Game App (Windows 11)

20.52

"Buggy Xbox App"


Xbox Game Pass was a gift for people on budget like me that can't afford to buy AAA games every day. I guess cheap product comes with caveat too. In my experience, I only have headache using Xbox app on my laptop, especially thanks to restricted folder structure that came with UWP apps. Anyway let's just cut the case, here's how I solve "can't choose a drive" bug when installing a game via Xbox app by using remote install feature.

One thing for sure you need to have a phone, either iOS or Android is OK. You can even use android emulator if you don't have a phone. Don't forget to set where you installed Windows store apps in settings first, since you can't choose drive if you remote install it via phone, which is the only way you can install if you have this annoying bug.


STEPS

1. Install Xbox Game Pass from Play Store or Apple App Store

2. Login with your account that you use on your PC

3. Choose game that you want to install

4. Click install to, choose your PC


5. and it's done! 


Honestly how Microsoft makes shitty apps like this is just beyond me, I mean they literally made Windows. Oh well. This is only temporary workaround, I hope this bug will be fixed soon.


Remember that you need to set where new apps will be installed here, before you use the workaround above. Hope it helps!





Sabtu, 11 September 2021

[Genshin Lore] Analisis Raiden Shogun

14.40

 

Raiden Shogun (Ei) - Genshin Impact

Apa kabar semuanya, lama tak jumpa mwehehe. Kali ini mau bahas atau analisis sedikit tentang Raiden Shogun di Genshin Impact (dan mungkin di blog ini bakal banyak bahas lore Genshin Impact hehehe). Oke, mari kita mulai. Oh ya, tentu saja spoiler bagi yang belum mengerjakan Archon Quest nya.


Jadi, ada banyak orang baik itu di media sosial ataupun forum yang mengatakan bahwa Raiden itu nggak adil, atau bahkan ada orang yang mengatakan bahwa karakterisasi Raiden itu buruk. Sebenarnya ya kita perlu melihat dari sisi Raiden sendiri.


Tentu saja, akibat dari apa yang Raiden lakukan nggak bisa dijustifikasi, seperti hal nya yang terjadi pada Pulau Yashiori. Pulau Yashiori berantakan akibat dari perang antara Shogun dan Sangonomiya. Namun kita perlu melihat dari sisi Raiden, seorang archon yang tentu juga kekal. Sebagai seorang pemimpin (apalagi kekal), korban yang terjadi pada pulau Yashiori hanyalah seutas bunga yang layu dari kumpulan beberapa bunga. Dia bisa memperbaikinya kembali di lain waktu. Bahkan Yae sendiri juga tidak begitu peduli dengan beberapa individu saja. Yang penting dari kumpulan bunga dan pot tempat tanaman tersebut masih utuh dan tidak layu semua.


Untuk dekrit perburuan Vision, sama anggapannya dengan kita melakukan sterilisasi pada hewan peliharaan kita. Misal bila kita bisa bertanya pada mereka, apakah hewan peliharaan kita minta untuk disterilisasi meski bila itu demi kehidupan mereka yang lebih baik? Tentu tidak. Namun kita tetap melakukan sterilisasi agar tidak melahirkan banyak anak dan malah diterlantarkan di lain waktu. Hal yang sama juga berlaku dengan dekrit perburuan Vision yang terjadi di Inazuma.


Aku nggak benci Ei. Dia telah berkorban dan kehilangan banyak orang. Dia melakukan yang terbaik yang dia bisa dalam pandangan dan kemampuannya yang terbatas. Dia seorang pejuang yang dipaksa untuk melakukan pekerjaan penguasa dengan dukungan yang sedikit, dia takut namun tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya. 


Tetapi apakah aku mau tinggal di negara yang dipimpin olehnya? Tentu saja nggak. Namun, apakah aku secara pribadi suka dengan Ei? Semua tergantung pribadi masing-masing. Di sini aku mau menekankan saja, kalau Venti, Zhongli, Ei, semuanya nggak luput dari dosa sebagai archon. Sebagai archon tentu harus melakukan pengorbanan demi mayoritas dan idealisme mereka dalam memimpin.


Lihat akibat dari idealisme Venti pada Mondstadt zaman dulu dan pada La Signora.
Lihat akibat dari idealisme Zhongli pada Liyue yang hampir saja dihancurkan oleh para adepti/Fatui dan pada teman-teman Xiao. See? They're not saint, they have their own problem.


Lalu yang terakhir, aku kutip langsung dari reddit yang menurutku mewakili pikiranku tentang Quest Raiden Shogun.


Aku sangat setuju dengan opini ini, ga bisa langsung gampang mengubah pikiran orang, harus perlahan-lahan sebagaimana mestinya individu pada biasanya.


Sekian sih opini dariku. Oh iya, bila kalian mau cek lore Genshin bisa nih mampir ke Khae'nriah Lore Library. Terus karena Honey Impact kayaknya ded karena kena tuntut (onore, mihoyo!) coba deh ke Theorycrafting Library punya Keqing Mains buat cek stats dari karakter Genshin favorit kamu. welp, karena sudah cukup panjang, sampai jumpa di artikel selanjutnya! Keknya next mau bahas Neko dan Hibiki di pulau Seirai mwehehehe.

Selasa, 09 Februari 2021

Karya yang Menjadi Inspirasi Kisah The Beginning After The End?

12.36

Akhir-akhir ini aku lagi suka dengan webtoon berjudul The Beginning After The End (TBATE) karya penulis TurtleMe dan komikus Fuyuki23 (Fuyuki23 orang Indo loh, dan studionya juga sudah studio cukup beken di dunia webtoon tanah air). Lalu coba menjelajah Internet, mencari tahu tentang histori sang penulis, ternyata aku menemukan sesuatu yang mengejutkan.


Nah sekarang, mungkin kalian pada penasaran, karya apa sih yang menginspirasi munculnya The Beginning After The End? Si penulis, TurtleMe, memberitahu beberapa dari inspirasi-inspirasi tersebut di AMA (Ask Me Anything) forum Reddit beberapa tahun yang lalu. Berikut ini lah kutipan langsung dari sang penulis sendiri.


Terjemahan: 


Andrew: Apa saja sih inspirasi untuk The Beginning After The End?

 

TurtleMe: Halo Andrew! Hmm, banyak sih sebenarnya, tapi yang pasti saya mengambil inspirasi mulai dari Eragon dan The Name of The Wind, sampai ke novel ringan Jepang seperti Mushoku Tensei, dan novel daring Cina seperti Coiling Dragon. Mereka, dan tentu saja beberapa manga yang saya baca dulu (dan bahkan sekarang) membantu saya untuk membentuk The Beginning After The End hingga seperti sekarang ini!


Wah, sepertinya TurtleMe ini juga termasuk fans Mushoku Tensei seperti aku. Banyak juga inspirasi yang dipakai oleh TurtleMe, nggak kaget juga kalau ternyata webtoon yang dibuat cukup menarik bagi aku yang juga seorang fans Mushoku Tensei!


Sumber: Reddit

Minggu, 07 Februari 2021

Mushoku Tensei and Re:Zero author - Comic Natalie Interview (ENGLISH)

10.51

Comic Natalie Interview with Mushoku Tensei (Rifujin Magonote) and Re:Zero (Tappei Nagatsuki) author (ENGLISH) | Original interview in Japanese: https://natalie.mu/comic/pp/mushokutensei


The TV anime "Mushoku Tensei: Isekai Ikutara Honjikidasu" is a story about a 34-year-old recluse and NEET who is reborn in a different world of swords and magic, and uses the memories and regrets of his previous life to start his life over. The original work is a novel that originated on the website Shosetsuka ni Narou, and has won the overall ranking on the same site and the first place in "This Web Novel is Amazing! Comic Natalie is pleased to announce the release of a new version of the story.


Comic Natalie recently conducted an intervuew between the author of the original work, Rifujin na Magonote, and the author of the TV anime, "Re: Zero to Start Other Worldly Life" 2nd season, which is also being broadcast this school year. The two, who started their serialization on Shosetsuka ni Narou at the same time, call each other "Neko-san" and "Sun-san". The two talked about their expectations for the anime "Mushoku Tensei", the story behind the production, the appeal of the original work, and their thoughts on the creation.


Interview and text by Takahiro Saito | Translated with DeepL | Edited by Fritzkier


Rifujin Magonote: Mushoku Tensei author | Tappei Nagatsuki: Re:Zero author


Q: ─ You both posted your works on Shosetsuka ni Narou at the same time. but if you had a private exchange, could you tell us what made you meet? I've seen you send replies to each other on Twitter several times ...


Rifujin na Magonote: I don't know where we first met.

Tappei Nagatsuki: Where did we first meet?

I can't remember the details of where we met in person, but I do remember that around 2013, a chat room was set up for Novelist Naro U writers, and that's where we first met. At that time, each of the writers on Novelist Naro U, including myself and Sun-san, were approached by publishers to write books. But we were all amateurs when it came to book publishing, so the chat room was created as an environment where we could discuss things like, "Can we sign a contract under these conditions?" I think there were 12 or 13 of us at the most, and we talked every night in that room. I think we met in person later, at a meeting. I think it was later, at a meeting.


Q: So you didn't meet in person until after you had chatted to some extent.


Magonote: But I didn't have any "I got a totally different impression when I actually met him".


Nagatsuki: Sun-san and Nacchan* didn't feel like we were meeting for the first time, did they? We've been friends ever since.


*The author of novel "Bless This Wonderful World! 
The author of the novel "Bless This Wonderful World" is Natsume Akatsuki. This work was first published on Shosetsuka ni Narou at the same time as "Mushoku Tensei: Isekai Ikitara Hontenai" and "Re:Zero Kara Hajimu Isekai Seikatsu", and was remade when it was published in book form. It has been nicknamed "Konosuba" and was adapted into a TV anime in 2016 and a theatrical anime in 2019.



Magonote: You go to USJ, go out drinking, play "Monhan", and have a lot of fun.


Nagatsuki: Then there was the physical exam off.


Magonote: There you have it.


Nagatsuki: Basically, we are playmates. We don't really feel like colleagues (laughs). We just talk about how interesting "Unemployment Reincarnation" is.


Magonote: I also thought, "Rezero is interesting".



Q: ─ I can tell that you have a very good relationship with each other. Do you have any memorable episodes from your past interactions?


Nagatsuki: I remember how shocked I was when we first met in the chat room. Our respective works were being talked about at the same time. At the time, I wasn't aware of handles or author names, so we called each other "Mr. Unemployed" and "Mr. ReZero".


Magonote: Every time you updated your work, it was talked about in a 2channel thread.


Nagatsuki: At the time, I was updating "ReZero," Sun-san then updating "Mushoku Tensei," and later Nacchan was updating "Bless This Wonderful World!" every day. Each of us updated at different times, so we divided the day into three equal parts and competed for topics.


Magonote: It's daytime for Nacchan, nighttime for me, and midnight for Neko-san (Nacchan).


Nagatsuki: So I was very conscious of them. I saw them as rivals. They were the ones who took away all the buzz from my work (laughs).


Magonote: But I've never had Neko-san say something like, "I hate you".


Nagatsuki: Because it doesn't help if you tell it (I hate you) to them (rival). I have to write something interesting and go above and beyond.


Magonote: But I like the way Neko-san tries to improve herself and is a hard worker. "I'm going to get to the top of the world with light novel!" and he have been working on it for a long time. I could really feel it even when we talked in the chat room.



Q:──You guys are good rival, aren't you? Both of you have read each other's works. May I ask you about the appeal of each other's works?


Nagatsuki: Want compliment from me? (laughs)


Magonote: Yes (laughs).


Nagatsuki: I don't have to tell you how interesting "Mushoku Tensei" is, but first of all, it's amazing that you were able to depict the life of one character, Rudy. People say that "CLANNAD" is life, but for me, "Mushoku Tensei" is life.


Magonote: (laughs).


Nagatsuki: I think it's amazing that he was able to complete such an epic work, which is something I haven't been able to do yet. I'm sure I'll find other things I want to write about while I'm working on it, but "Mushoku Tensei" concentrated on depicting Rudy's life to the fullest, and of course there are episodes where I say, "This character was doing this at this time", but the axis of the story never wavered. In fact, there are a lot of settings that Sun-san doesn't reveal to the public, and when I hear about those settings at drinking parties, I think, "That was that !?" or "That character had such a setting!" There are many things. But, he try to cut off all of the branches and leaves, then focus on growing the trunk. I write everything because I want people to understand this form that I find interesting, just as I thought it would be. I wonder if Mr. Sun trusts his readers in this area, or he is not interested in it (laughs).


Magonote: That's not true (laughs). I believe that the reader's imagination is better than what's in my head. That's why I think it's more pleasant for the reader to be able to imagine freely.


Nagatsuki: The more imaginative you are and the deeper you read, the more interesting "Mushoku Tensei" becomes to read. As proof of this, there are many sites that discuss the story.


Magonote: But on the contrary, Neko-san writes everything, even the parts that I would have left to the reader or compromised by thinking that I wouldn't have to write that much. That's why "ReZero" has such a well-developed worldview, and I think that's what makes it so appealing. Another attractive part of "ReZero" is the climax of the final loop. There is difficulty after difficulty, and despair after despair. If it were up to me, I'd probably just let the game loop one more time, and then clear the next loop with plenty of time to spare. There are no unnecessary loops like that. There's a sense of urgency when you read it, and I think the fact that it's a loop story and doesn't leave any room for error is what makes "ReZero" so interesting.


Nagatsuki: Due to the nature of the work, if you have an infinite loop, it will become tedious, or there will be a lazy loop somewhere. That's why I make the deaths painful and make it difficult for readers to get out of the loop so that they can maintain the tension.



Magonote: That may be a similarity with "Mushoku Tensei". Even with the abilities you have, you can't easily overcome difficulties. It's a different approach, though.


Nagatsuki: That's right. I think the reason why "Mushoku Tensei" and "ReZero" were so popular is because the main character doesn't take it easy. That's why I've heard people say that the more stress-free a story is, the more popular it becomes, but I haven't really felt it.


Magonote: In fact, I even have the impression that if I'm stress-free, I'll hit my head somewhere.


Nagatsuki: If it's stress-free, it may be possible to get up to 100, but I don't think it's possible to go beyond that. I think our writing style can go up to about 150, depending on how hard we work. We want to give people hardships and depict the drama of how they overcome them.


Magonote: That's right.


"The reason I wanted to improve my work was because I see Neko-san hard work." ─Rifujin na Magonote


Q:──The fact that you draw difficulties firmly is what the two works have in common, and it is also attractive. Another commonality between these two works is that they belong to the "other world" genre. Other-worldly stories themselves have been around for a long time, but they seem to be gaining popularity again these days, thanks to novel submission sites such as Shosetsuka ni Narou. I would like to hear your opinions on the reasons for the popularity of this genre.


Nagatsuki: The number of people using the Internet increased, and web novels became popular. And with the spread of smartphones, the number of people reading works on Shosetsuka ni Narou exploded. I think the popularity of otherworldly stories at that time is the reason why the number of works in this genre increased so much.


translation and editing is in progress, bookmark this page for more future updates.

Rabu, 30 Desember 2020

Lirik Lagu Sorane feat. CreepHyp - Douse, Ai da (どうせ、愛だ feat. クリープハイプ 歌詞)

17.58

 


Sorane ft. CreepHyp - Must have been love | lyrics / terjemahan / romaji

Sorane ft. CreepHyp - Ini Pasti Cinta


romaji

pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


tōkyō no machi ni otozurenai asa

keikōtō ga tsuki yori akarui 3(san) jihan

heya no denki wa keshite mijitaku mo shitakara

nagame no ī kado heya ni koshita toki

migi tonari ni kireina onna no hito ga sunde tayo

hidari no kabe ni tsukete beddo   oitetakedo

koi wa yappari

kisu o shi tari

nureru yoru ni kara o kasane tari

tte renai eiga no daihon no yōna

sonna ketsumatsu wa mukae ni koyashinai

zenbu dōse , ai no seina ndesho

a unmei sama   honto kattedana

mō damattenasai  tena wake de kekkyoku


pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


kagi kakko kara hajimaru shōsetsu

mitai ni arifureteru deai demo

bokura wa chigaudesho

iya , kimi dake demo chigau to omowasetekureyo

kono kankei wa ayamachi nanka janaiyo

dare ka no atarimae ni unzari shiteru

jibun jishin ni hajinai yō ikiteru dake

iroasenai junpaku no kokoro o boku ni kudasai

kegare o shiranu mama   arinomama no kimi o shiritai

tsumi to bachi ga kimi o shosu mononara itteyaruyo

" dare ga dare ni idaku tame   ai wa umare kuchiru no "

“ bokura ” ga   “ boku ” ni kawaru koto

kimi no shigusa o wasureru koto

sore ga dore dake kowai to omō


utaimonku wa “ ai ” datte

hakujōna utautatte

makura o nurashita tte

atatakaku mo nantomo nainoyo

sonna koto wakatteite

saisho kara wakatteite

kimi wa boku janakya

mitasarenai n datte


tōkyō no machi ni otozurenai asa

rajio no tsumami o sukoshi yurumeta

hayari no kyoku wa asa o sekasu shi sa

fueta shiraga to yoru ni shiro o kiru

kiekake no keikōtō to 5(ko) jihan

shi ga noboru koro   tsuki sura nokoriga

bokura no subete wa   arya shinakatta

hontoni sō ka   oshiete yojōhan sei no sei ni shite hedatete wa

tanin no kao shite machi   dekaketeta

sono te   tsuyoku tsunagereba   tarareba

ningen no fuku kita karappoda

korekara no bokura o mitasu no wa

ai ka ina ka wa   ima wa futashika sa

genkan ga a oto ga shita

kāten no ura de kage to kasu asa


pokkari aita   ana o fusaida

sono shōtai wa   dōse , ai da

demo yappari naita   mō ikittomarida

kimi dattanoni   kimi janakatta


kana

ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


東京の街に訪れない朝

蛍光灯が月より明るい 3時半

部屋の電気は消して身支度もしたから

眺めのいい角部屋に越した時

右隣に綺麗な女の人が住んでたよ

左の壁に付けてベッド 置いてたけど

恋はやっぱり

キスをしたり

濡れる夜に身体を重ねたり

って恋愛映画の台本の様な

そんな結末は迎えに来やしない

全部どうせ、愛のせいなんでしょ

運命様 ほんと勝手だな

もう黙ってなさい てな訳で結局


ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


カギカッコから始まる小説

みたいにありふれてる出会いでも

僕らは違うでしょ

いや、君だけでも違うと思わせてくれよ

この関係は過ちなんかじゃないよ

誰かの当たり前にうんざりしてる

自分自身に恥じないよう生きてるだけ

色褪せない純白の心を僕にください

穢れを知らぬまま ありのままの君を知りたい

罪と罰が君を処すものなら言ってやるよ

「誰が誰に抱く為 愛は生まれ朽ちるの」

“僕ら”が “僕”に変わる事

君の仕草を忘れる事

それがどれだけ怖いと思う


謳い文句は“愛”だって

薄情な歌うたって

枕を濡らしたって

暖かくも何ともないのよ

そんな事分かっていて

最初から分かっていて

君は僕じゃなきゃ

満たされ無いんだって


東京の街に訪れない朝

ラジオのツマミを少し緩めた

流行りの曲は朝を急かすしさ

増えた白髪と夜に白を切る

消えかけの蛍光灯と 5時半

日が昇る頃 月すら残り香

僕らの全ては ありゃしなかった

ほんとにそうか 教えて四畳半

性のせいにして隔てては

他人の顔して街 出かけてた

その手 強く繋げれば タラレバ

人間の服着た空っぽだ

これからの僕らを満たすのは

愛か否かは 今は不確かさ

玄関が開く音がした

カーテンの裏で影と化す朝


ぽっかり空いた 穴を塞いだ

その正体は どうせ、愛だ

でもやっぱり泣いた もう行き止まりだ

君だったのに 君じゃなかった


indo

Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


Pagi yang tidak pernah datang ke kota Tokyo

Ini adalah 3:30 dan lampu jalan lebih terang dari bulan

Karena aku berpakaian dengan lampu kamar mati

Ketika aku pindah ke ruangan di pojokan, pemandangannya sangat bagus

Ada seorang wanita cantik tinggal di kamar di sebelah kanan

Kasur berada di dinding di sisi kiri


Tentu saja ada kasih sayang dan berciuman,

Serta malam penuh bercinta

Sama seperti naskah film romantis

Tapi nyatanya tidak ada yang seperti itu, tidak sedikitpun

Semua yang pasti salah cinta

Kau bisa begitu kejam, kau penentu takdir yang di atas

Pada akhirnya lupakan, sudah cukup bagiku


Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


Pertemuan kesempatan yang sama umumnya dengan

Novel yang dimulai dengan kutipan

Bukan kami, kami berbeda, tidak

Ayolah, setidaknya yakinkan padaku bahwa kau berbeda

Hubungan ini tidak bisa menjadi kesalahan

Muak dengan karakter seseorang setiap hari

Aku hanya hidup jadi aku sendiri tidak merasa malu


Berikan hatimu yang begitu murni tidak bernoda dan tidak terluka

Tanpa mengetahui rahasiamu, Aku ingin mengenalmu sama sepertimu

Jika kau dijatuhi hukuman kejahatan kau dapat memberitahu saya

"Cinta lahir kemudian dilupakan bagi seseorang untuk seseorang"


Ketika "Kami" berubah menjadi "Aku"

Ketika aku bisa lupa bagaimana kau bergerak dan bernapas

aku pikir itu adalah hal yang paling menakutkan


Jika frasa khas adalah "cinta"

Menyanyikan lagu berhati dingin

Katanya kau menangis sampai tertidur.

Kehangatan tidak masalah, kau tahu

Itu sesuatu yang kutahu.

Sesuatu yang selalu aku ketahui

Kau mengatakan bahwa tanpa aku

Kau tidak akan pernah lengkap


Pagi hari datang ke kota Tokyo

Putar dial sedikit pada radio portabel

Pagi hari bergerak satu dengan lagu yang semua orang tahu

Rambut berubah abu-abu, melupakan malam berubah menjadi siang

5:30 dan lampu jalan mulai memudar

Ketika matahari terbit bulan meninggalkan aromanya

Segala sesuatu yang kita miliki, semua pergi, tidak ada yang tersisa

Apakah ini nyata? Kuharap ruangan kecil ini bisa memberitahuku


Menyalahkan jenis kelamin kita dan membiarkannya

Pergi keluar kota dengan wajah orang lain

Seharusnya memegang erat tangan itu ketika aku punya kesempatan

Tak berisi tapi mengenakan pakaian manusia

Bagi kita mulai sekarang, apa yang akan memuaskan kita berdua

Apakah itu cinta atau tidak, Sekarang Aku tidak bisa begitu yakin

Suara pintu depan terbuka

Sinar pagi menjadi bayangan dilihat dari balik tirai


Mengisi lubang yang menganga kosong

Tidak diragukan lagi ini pasti cinta.

Tetap saja aku masih menangis. ini adalah akhir jalan

Itu selalu dirimu, tapi sekarang kamu tidak ada lagi


English

Senin, 07 Desember 2020

Lirik Lagu Opening Attack on Titan: Final Season (Shinsei Kamattechan - Boku no Sensou) Bahasa Indonesia

12.32


Lirik lagu OP Attack on Titan: Final Season (Season 4) English dan Indonesia

My War (Perangku) oleh Shinsei Kamattechan


LIRIK


(chorus)


Let's start a new life from the darkness
Mari kita buat kehidupan baru dari kegelapan


Until the light reveals the end
Sampai cahaya mengungkap akhir


Sinister faces, growing curses
Wajah jahat, hujatan yang semakin liar


This is my last war
Ini perang terakhirku


Angels playing disguised, with devil faces
Malaikat bermain peran, dengan wajah iblis


Children cling to their coins, squeezing out their wisdom
Anak-anak berharap pada koin, memeras kebijakannya


Angels planning disguised, with devil faces
Malaikat rencana berperan, dengan wajah iblis


Children cling to their very last coins
Anak-anak berharap pada koin terakhir mereka


Destruction and regeneration
Kehancuran dan regenerasi


You are the real enemy
Kau lah musuh sesungguhnya


War!
Perang!


My

War!
Perang!


My

War!
Perang!


Rabu, 21 Oktober 2020

Baca Manga Indonesia di Mangadex? Begini Caranya...

18.26

 Hmm, setelah cukup lama main-main di Mangadex, sepertinya masih jarang ya orang-orang umum yang memakai website ini. Nah kali ini aku mau kasih tau beberapa cara bagi kalian yang ingin memakai Mangadex namun terbentur dengan masalah bahasa dan settingan nya yang cocok.

Direkomendasikan membuat akun Mangadex agar perubahan yang kalian lakukan bisa diingat tanpa perlu terikat dengan device tertentu saja. Namun, membuat akun itu sama sekali bukan sebuah keharusan jadi kalau bener-bener nggak mau buat akun itu nggak masalah. Oke lah, mari kita mulai guide-nya.

MangaDex

Pertama, tentu saja buka situs Mangadex.org terlebih dahulu.

Kedua, pilih logo gear seperti gambar di bawah.

msedge_2020-10-21_18-16-01

Ketiga, kalian lalu akan menemukan menu ini lalu tinggal ubah deh chapter languages menjadi Indonesian serta user interface languages menjadi indonesian juga. (bonus ada pilihan hentai juga apabila kalian sudah membuat akun Mangadex hehe)

msedge_2020-10-21_18-17-34

Apabila kalian tidak membuat akun maka pilihannya akan seperti di bawah ini. Kurang lebih sama sih, jadi harusnya nggak begitu masalah kok bagi kalian.

msedge_2020-10-21_18-09-23

Simpel banget kan caranya? Kuy lah pindah ke Mangadex, kualitasnya biasanya lebih bagus kok, terus ada mode penghemat di pengaturan kalau mau hemat kuota juga hehe. Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan komentar saja nggak masalah.

Baca juga ya manga-manga rilisan kami~

Kamis, 24 September 2020

[ULASAN] Yasashii Sekai no Tsukurikata — Drama Anak SMA yang Realistis

18.52

Oke, kali ini saya ingin mengulas tentang manga berjudul Yasashii Sekai no Tsukurikata. Manga ini diserialisasikan di Dengeki Comics yang biasanya berisi manga dengan tipe shonen. Namun anehnya, manga ini sama sekali tidak memiliki bumbu-bumbu khas shonen, malah lebih cocok ke shojo atau seinen dengan dramanya yang begitu kentara. 

Well, manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou (I Shaved. Then I Brought a High School Girl Home) saja juga disebut shonen sih, jadi agak bingung juga dengan pembagian genrenya wkwkwk. Oh iya, ada bagian yang tidak tersensor juga walaupun sedikit sekali (sampai ke volume terakhir, cuma satu bagian aja yang no sensor).


Sinopsis singkat, berkisah mengenai Yuu Tomonoga, seorang jenius yang diterima di universitas ternama di Amerika Serikat pada umur 13 tahun, namun saat melakukan tesisnya, ia kehilangan pendanaan oleh perusahaan yang mensponsori penelitiannya. Lalu dia pun memutuskan putus kuliah dan kembali ke Jepang untuk melanjutkan penelitiannya. Namun sayang, ia juga kekurangan uang untuk kesehariannya. Beruntung masih ada guru, atau sekarang kawannya, yang menawarkan ia untuk bekerja sebagai guru di SMA khusus perempuan. Bagaimana kisah Yuu selanjutnya?


Jadi, seperti yang sudah saya tulis di bagian pengantar, ini manga walau berada di majalah genre shonen, tapi ini hampir tidak ada unsur shonen nya sama sekali, yah mungkin bagian daleman ceweknya cocok sih buat shonen. Ya, genre utama manga ini merupakan slice of life, love, drama, dan school. Semua berawal dari pemeran utama kita, Yuu, yang karena kesialannya harus dropout dari universitasnya dan mengajar di SMA khusus perempuan demi menyambung biaya sehari-harinya.


Dalam Yasashii Sekai no Tsukurikata ini secara umum mengisahkan tentang manis pahitnya kehidupan SMA yang tidak melulu sempurna seperti yang dikisahkan manga-manga biasanya di genre ini. Kita akan menemukan drama keluarga, drama percintaan, dilema kehidupan, masa depan, serta keluguan yang wajar dilakukan oleh anak SMA.


Di sini ada beberapa siswi di bawah naungan Yuu yang dijadikan fokus. Pertama, ada Haruka, gadis yang hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh guru sebelum Yuu datang. Lalu ada Aoi, yang memiliki masalah juga dengan keluarganya—seorang jenius yang terhambat karena masalah keluarga. Touko, yang memiliki masalah cukup susah untuk dijelaskan, mungkin panel manga di atas (ya, itu Touko saat SD) bisa cukup menjelaskan akar masalahnya. 


Selain tiga perempuan tersebut ada juga Kayo, Onoda-sensei, Yurine-chan, dan lain-lain. Mereka masing-masing juga memiliki latar belakang yang tak kalah menarik. 



Ada dua hal yang membuat aku tertarik dengan manga ini. 


Pertama mengenai art nya, art nya suka banget sih cewek-ceweknya cakep, realistis walau cenderung pada kurus-kurus (dan sekali lagi, cantik). 



Kedua, yaitu interaksi dan perkembangan karakternya. Manga ini berhasil dalam memperlihatkan susahnya untuk menyelesaikan suatu masalah, meski bila solusinya sudah tepat di depan mata. Rasa untuk lari dari kenyataan, rasa untuk melindungi hati baik diri sendiri maupun kawan, semuanya berhasil ditampilkan secara menarik dan realistis di manga ini. Manga ini juga sukses dalam menangani hubungan platonik —suatu hal yang jarang ditampilkan dalam manga.



Dua hal itu lah yang membuat aku tertarik untuk membacanya, lalu karena jumlah babnya yang lumayan tidak terlalu banyak (hanya 31 bab saja di Mangadex) membuat saya bisa menyelesaikannya hanya dalam sehari. Bagian mengenai dunia akademik juga cukup menarik, dan memang kenyataannya seperti itu. Dunia akademik tidak semudah yang dibayangkan.


Namun, seperti sewajarnya karya manusia, bukan berarti manga ini tanpa kekurangan. Ada hal yang aku kurang sukai, seperti kurangnya pendalaman untuk karakter sampingan seperti Yurine-chan, karakter di kelas lain, koleganya si Profesor Baker dan kolega lainnya juga tidak begitu diperdalam. Padahal di bab bagian Yuu x Yurine juga harusnya bisa dijabarkan lagi sehingga mengembangkan karakter Yurine ini, sayang sekali. Oh iya, karakter sampingan di sini seperti cuma sekali muncul terus udah hilang. Sedih sih... Tapi ya ini kekurangan manga ini.


Penilaian Akhir: 8/10  Bagus

Gambar 8/10 | Cerita 8/10


Oh iya, kalau kamu tertarik dengan Hige Wo Soru. Soshite Joshikosei Wo Hirou, mungkin kamu akan tertarik dengan manga ini, karena hampir mirip tema umumnya, bedanya ya si paruh bayanya bukan guru saja kalau di Hige wo Soru.

Kamis, 03 September 2020

[ULASAN] I, Who Acquired a Trash Skill 【Thermal Operator】, Became Unrivaled. (MANGA)

16.27


Aku, aku bingung ingin memulai dari mana... 


Sedikit spoiler sih, tolong jauh-jauh dari manga ini. Yep, itu kesimpulanku. Anyway mari kita mulai ulasan singkat ini. 


Manga ini berkisah tentang dunia klise di mana secara tiba-tiba orang dengan kekuatan super yang disebut Talentsmuncul di dunia ini. Karena itulah, gejolak kekuasaan global pun dimulai dikarenakan datengnya orang-orang super ini. World Talent Great Warpun terjadi selama kurang lebih 10 tahun dan menyebabkan populasi dunia berkurang sampai lebih dari 20%. Entah kenapa juga tiba-tiba saja perang tersebut terhenti. Akhirnya, sembilan orang super dengan level 5 membuat perjanjian yang membagi dunia ini menjadi 9 Site. Inilah kisah, 10 tahun setelah perang tersebut.


Seperti biasa, cerita dimulai dengan seorang bocah bernama Serizawa Atsushi yang oh ternyata, kekuatannya dianggap sampah, dan dimulailah kehidupan sekolahnya. Oh ya, manga-nya cuma 20 chapter doang. Yea, bahkan 1 arc aja belum selesai saat manga ini tamat, belum apa-apa langsung arc berat seperti lomba antar sekolah. Pengembangan karakter yang hampir sama sekali ga ada malah dilanjutkan langsung masuk ke arc berat. Lalu tamat deh, tiba-tiba selesai. Ga paham lagi udah, pantas aja hanya 20 chapter, mungkin karena di-axe oleh penerbitnya.


Sebenernya sangat kecewa sih, karena katanya novelnya mayan bagus. Kalau melihat komenan di Mangadex sih, banyak banget yang di-skip. Tapi, aku jadi ragu ingin membaca novelnya bila manganya saja memiliki alur cerita yang sesampah ini. Oh, iya, art nya menurutku hanya bagus di sampul bukunya aja. Saat di manga-nya sih B aja, atau malah di bawah rata-rata...


Nilai: 3/10 - Sangat Mengecewakan

Kamis, 31 Oktober 2019

Rekomendasi Font untuk Menerjemahkan Manga

22.18
Sebagai seorang """veteran""" di dunia tetek bengek penerjemahan manga, saya ingin membagikan beberapa font yang saya gunakan dalam dunia penerjemahan manga. Namun, tidak hanya font yang sering saya pakai, saya juga akan memberi daftar beberapa font yang dipakai oleh beberapa scanlation luar yang sudah terkenal nan senior. Yak, langsung saja.
Di manga Pseudo Harem alias Harem Semu yang aku garap sejak beberapa bulan yang lalu, aku memakai font "Komika Text" sebagai teks utama, serta memakai "Felt" apabila ada percakapan di luar dari balon. Apabila ekspresi karakternya takut, sedih, biasanya sih pakai font "Another", dan apabila karakternya teriak, aku pakai font "Poetsen One".

Nah, di manga ini juga, aku mulai niat ngelakuin redraw. Nah, untuk SFX/efek suara, font nya beda-beda tergantung dengan suasana dan font Jepang aslinya bagaimana. Beberapa yang sudah pernah aku pakai sih ada: augie, gorilla milkshake, DK Drop Dead Gorgeous, twelve goldfish, from when you are, SF Grunge Sans, arch rival, dan banyak lagi yang diriku tidak ingat. 

Semua itu saya pakai setting huruf smooth di Photoshop dengan jarak antar huruf 0-50. Baru-baru ini saya merasakan pahit-manis nya nge-redraw. Tapi saya tetap enjoy sih melakukan redraw, walau sekiranya memakan waktu banget, dan mungkin kalau ada redraw yang susah, bab terbaru Pseudo Harem akan tertunda untuk beberapa hari. Bagi kalian yang ingin melihat beberapa PSD dari terjemahan yang saya lakukan, bisa klik di sini!

Oke, setelah font yang saya gunakan dan rekomendasi, berikut ini lah rekomendasi font dari berbagai scanlation luar.
Red Hawk Scans 1) Text inside bubbles: Speech: CC Astro City Thought: CC Jim Lee Box: CC Astro City or CC Jim Lee Shout (inside spiky bubbles): Zud Juice Small text: Augie (keep it in lowercase) Sfx: CC Splashdown or any font that looks good. Phone calls, audio texts: Felt (all caps) or GF Matilda Bold (all caps) 2) Text outside bubbles: Speech: Augie (keep it in lowercase) Thought/narration: CC Jim Lee Chapter title: Bernard MT Condensed (all-caps), VAGRounded BT (all-caps) or any font that looks good. Side text: ObelixPro, VAGRounded BT (in all-caps) or any font that looks good. Sfx and translation note: CC Astro City Handwritten text: SF Grunge Sans
Storm in Heaven  The standard main font: Wildwords, font size generally between 12-13px. Thoughts/narration: Manga Temple, ditto on the font size. For small-text: Most of our editors use Augie, but you may choose any font that's easy to read. Comments/Notations: Felt is good for this, since it's easy to make out at a small size. Text styling specifics: Normal text: Wildwords, black. Thoughts: Wildwords, gray (hex #666666). Flashbacks: Wildwords black, italic. Excited Text (in Spiky bubbles): Wildwords black, bolditalic. Narration: Wildwords black will do, though you can use a special font if you'd like ^^ Small-text, notes, and everything else is up to you. If you don't want to find your own, FlairSSK is great for notes, and Augie is great for small-text.
DP Scanlation  Font Template - Normal dialogue (Anime Ace) - Side comments (Rabiohead) - Main sfx (Pigae or Twelve Ton Goldfish. Your "solid black" and "white outlined in black" sfx should be the same font) - Phone font (something thin and sans-serif) And if the manga calls for it - A round font (onestroke script) - Japanese brush script font (Pigae in all caps) - Scratchy sfx font (Chicken scratch, Chiller) - Large, bold font
BK Dumb Aho Speech CC Wild Words Int (Roman), 8pt (1300px height) or 9pt (1500px height), Black, Smooth Loud Speech CC Wild Words Int (Bold Italic), 9pt to 12pt, Black, Smooth Thoughts Inside Bubbles, Narration Inside Boxes, Thoughts/Narration Outside Bubbles/Boxes CC Astro City Int (Italic), 8pt (1300px height) or 9pt (1500px height), Black, Smooth Phone Speech CreativeBlock BB, 10pt, Black, Smooth Small Texts SwaggerBold, 12pt (11pt Vertical Spacing), Black, Smooth Hand of Sean, 10pt to 12pt, Black Smooth Notes Zud Juice (Bold), 10pt, Black, Smooth Moans A little pot, A Safe Place to Fall, Aaron’s Hand, Bring the noize, CARO, Rambo Killer, Royfont, Elisana, mince SFX (You can use other fonts, these are just examples) aaaiight!, Akbar, Another, AhnberHand, Alphahate, Baloney, Bearpaw, Bolide, BranchingMouse Becker, Cataclysmic, Christopherhand, Comiccity, Crazy Killer, Daniel, dickhop, Doktor terror, Edo, Edo SZ, Faraco Hand, Fighting Spirit TBS, In his hands, Inkburrow, KBwhenpigsfly, PinkClouds, Shipwreck, Smudger LET, Zachary 
Forever More Each main character get their own narration, excited and sfx font and for all the minor character we use the same font. For normal text we always use Wildwords 2,9 3,1px. Here's an example of one of my notes I made while I was editing the 'Oneshot - Asayake no Anchikushou by Sakurai Shushushu'. Main character 01 (Motoki) => - narration font: dadhand (3,5px) - excited font: radio active granny (5/5) {text size & leading are both 5pt} - sfx fonts: lovits - sparkle, shock, close door marathon - splat, hit zahstralogy - thump, shine 
Senbonzakura Kageyoshi Blambot offers a lot of good manga fonts for dialogue that are also very legible (like Anime Ace, Crime Fighter, SmackAttack, and Manga Temple). Mouth Breather is good for dramatic text. The Design and SFX fonts can start hovering near that “hard to read” line, so be careful if you use any of those. Gorilla Milkshake is good, as are Seargant Six Pack and Badaboom. If you have a series with lots of side text and comments (a la Skip Beat), then you’ll want some “handwritten” fonts. These can be extremely hard to read, too, especially if the font size is small, so be careful! Augie is probably one of the most commonly used handwritten fonts, though now that I’m looking at the site, Angelina looks like it could be nice, too. I’ve used Andrew Script and Expletives Deleted before…
Cafe Scans Regular Speech - Wild Words - Anime Ace - Manga Temple Shout - Komika Title - Badaboom BB!! - Comixheavy - Zoinks Thoughts - Felt - CCJimLee - Digital Strip Narration/ Outside Thought - Astro City - Zap Raygun 2.0 Small text - augie - Chinacat - Fennario - Trashhand 
Dynasty Scans Main Text - Wild Words Thoughts/Narration Boxes - Zud Juice Small Text - akbar/augie Notes - Aquillia 
Yuri Project Typical font for dialogue is Wild Words yelling is bold-italic Wild Words handwritten text is augie narration is Chinacat thought is Zud Juice 
Addicted to Curry Main font: Wild Words Narration: CC Astro City Thoughts: CC Jim Lee Shouting: Blambot Casual or other if more suitable Title: Headline one Small words: Augie TL Notes: Zud Juice Robotics Words: Midnightkernboy Loud laughter: Komika Axis Volume title: Adobe Caslon Pro Bold 22 Harsh SFX: Tekton pro
/u/captainba Dialogue: Anime ace 2.0, Wild Words, Laffayette Comic Pro, Manga Temple, Mighty Zeo, Year Supply of Fairy Cakes, Zud Juice. Rough speech: TrashHand, Umberto. Cute speech: How cute, IAmTheCrayonMaster. Small thoughts: augie, Brianne's hand, Hand of Sean. Boxes: Anime ace 2.0, Wild Words, Felt, Irezumi. (Basically dialogue fonts) SFX: Umberto.
Jadi, itu tadi merupakan font font yang direkomendasikan oleh grup-grup scanlation yang sudah sering berkecimpung di dunia ini. Kalau misal kesusahan baca quote nya, bisa kunjungi postingan Reddit ini! 

Apabila kalian tahu preferensi grup scanlation tertentu, komen saja nanti akan aku tambahin. Atau... kalian memiliki preferensi sendiri dan ingin membagikannya? Tentu boleh! Tinggal komen saja, nanti akan saya masukkan ke postingan ini!

Minggu, 27 Oktober 2019

[ULASAN] Only Yesterday oleh Studio Ghibli

20.47


Only Yesterday film animasi buatan Studio Ghibli yang disutradarai oleh Isao Takahata (Grave of The Fireflies, Pom Poko, The Tales of Princess Kaguya) merupakan salah satu film drama slice of life yang sangat menarik menurut saya.

Ulasan Singkat: Kisah tentang hal-hal "pertama" yang mengena pada hidup seorang wanita bernama Takeo. Penggambaran "mono no aware" nya bagus, feel-nya mirip kayak pas baca YKK (Yokohama Kaidashi Kikou). Animasinya sangat bagus. Penggambaran karakter dibuat realistis, bahkan wider cheekbone khas east asian nya dibuat makin kentara. Transisi animasi dibuat "komplit", yang biasanya dipotong untuk budget saving + mempersingkat waktu, di sini tetap dianimasikan, sehingga memberi kesan seakan-akan kita sungguh adalah orang ketiga. Simpelnya sih menurut saya, ini anime sangat menggambarkan berjalannya waktu alias "mono no aware".

Nilai: 9/10 - Sangat Direkomendasikan

Kamis, 01 Februari 2018

[ULASAN] VA-11 Hall-A oleh Sukeban Games

13.41

VA-11 Hall-A atau yang biasanya langsung dibaca sebagai Vallhalla merupakan salah satu gim novel bergambar berslogan Cyberpunk Bartender Action buatan Sukeban Games, yang dirilis pada tanggal 21 Juni 2016 dengan harga $14.99 atau Rp. 95.999 dalam Steam wilayah Indonesia. Dan untuk harga segitu... aku berani jamin, kalau gim ini sangat worth to buy. (Beli sekarang di Steam!)



Eh, tapi jangan langsung beli dulu! Simak dulu impresiku di bawah.

VA-11 Hall-A ini, ndak seperti gim novel bergambar yang hanya memberikan cerita saja. VA-11 Hall-A juga memiliki gim kecil-kecilan yaitu kamu akan bekerja sebagai bartender yang bernama Jill! (dan temannya yang bernama Gill. sadboi yang misterius)

Jadi kalian bakalan meramu jamuan ber-alkohol bagi para pelanggan bar VA-11 Hall-A yang tercinta ini~ gimnya sangat gampang sekali kok, bahkan tidak ada batasan waktu dalam meramu minuman yang ada. dan juga ya, di sini juga ada daftar menu yang berisi komposisi dari minuman yang dijual. Jadi, bagi kalian yang mencari tantangan, kayaknya gim ini sama sekali bukan buatmu deh~ Mending kamu main Cuphead sana~~ (tapi kalau kamu salah meramu, nanti bisa dapat pinalti gaji loh, jadi jangan sampai salah :3)

Kalau masalah gambar, jujur saja, gaya gambarnya sangat aku suka. Entahlah, aku suka banget gaya gambar seperti cyberpunk begini. Dengan perpaduan warna mayoritas ungu dan merah muda, hhhhh
Untuk musiknya, juga sangat aku suka, paduan trek synth-nya memberikan atmosfir tenang dan beberapa memberikan semangat. Musiknya dapat membuatku ingin memainkannya terus menerus (walaupun sebelum membuka gim ini, selalu terkena procastination :c). Beberapa judul seperti Welcome to VA-11 Hall-A, Every day is Night, dan Safe Haven merupakan favoritku. (Tapi semuanya enak buat didengarkan kok, mantap banget lah!) Dengarkan beberapa musiknya di situs BandCamp mereka!

Nah sekarang, kita menuju bagian cerita. Namun karena aku belum tamat memainkannya, dan kalau dibahas jauh-jauh bakal jadi spoiler, mungkin aku ga bakal bahas banyak (Nanti aku edit kok kalau sudah selesai main, tenang saja).
Jadi intinya, penulisannya bisa dibilang sangat bagus! Walau untuk konsepnya, kamu bekerja sebagai bartender yang mendengar keluhan-keluhan orang dalam kota distopia di masa depan bernama Glitch City, kamu tetap bisa merasakan hidupnya kota tersebut dari omongan-omongan para pelanggan kamu (and for some reason, your customer aren't your daily usual customer, fortunately). Jadi kamu pasti bakalan tertarik untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Pelangganmu juga tak hanya manusia, namun juga Lilim! Robot humanoid yang mirip sekali dengan manusia, baik kelakuan maupun bentuk fisiknya.
Kesimpulanku, gim ini pantas untuk dibeli, sementara ini akan aku beri nilai 9 dari 10. Aku suka banget, sampai-sampai profil Steam-ku, aku dekor dengan dekorasi VA-11 Hall-A hahaha~

Oh, iya! Pengembang dari gim ini, sangat akrab dengan para penggemarnya loh! Baca saja blog mereka di: http://blog.waifubartending.com
Dan bagi kamu yang suka mesum-mesum, sang pengembang juga mengumpulkan beberapa postingan lewd yang mereka sukai~ Cek aja di sini.

Sementara itu saja dahulu, terima kasih sudah menyertakan waktu kalian untuk membaca ulasan singkat ini~

(maafkan kalau kepiawaian saya dalam mengulas masih mengulas, aku kudu banyak baca ulasan orang-orang nih biar bisa makin bagus, ugh...)

Sabtu, 09 Desember 2017

[ULASAN] Ballroom e Youkoso (Manga)

22.39
Sudah sebulan saya tidak menulis sesuatu di blog ini. Ah, atau bisa dibilang lebih dari sebulan, dikarenakan post Mushoku Tensei yang bulan lalu saya terbitkan, hanya sekadar postingan cadangan.

Baiklah, kali ini saya akan menulis ulasan lagi tentang manga yang bisa dibilang memiliki tema unik walau dengan alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan manga yang sejenis.
Yap, kali ini saya akan membawakan Ballroom e Youkoso sebagai topik ulasan postingan kali ini.

Ballroom e Youkoso yang berarti "Selamat Datang di Ruang Dansa" dalam bahasa Indonesia ini, menceritakan tentang Fujita Tatara dengan konsep "from zero to hero".

Yap, seperti manga dengan konsep "from zero to hero" pada umumnya, Fujita ini tidak menemukan tujuan hidupnya. Bahkan ia kesulitan memilih SMA tujuannya, apalagi dengan nilai yang pas-pasan. Saat perjalanan pulang, ia melihat sebuah poster tentang dihadang oleh sekumpulan preman sekolah, lalu diselamatkan oleh seseorang yang tidak dikenal oleh Fujita. Lalu, oleh seseorang tersebut, Fujita diajak ke sebuah sanggar tari yang dikhususkan untuk cabang dansa. Tak disangka, orang yang mengajak tersebut merupakan salah satu pemain dansa profesional nan jenius dari Jepang, bahkan hanya satu-satunya yang bisa mewakili Jepang di kancah internasional. Dialah Sengoku Kaname. Dan lebih tak disangka lagi, di sanggar tari tersebut, ada teman seangkatannya yang bernama Shizuku Hanaoka. Setelah melihat latihan di sanggar tari tersebut, ia pun ingin berubah. Dan begitulah awal mula dari anak yang akan mengguncang dunia dansa Jepang. Atau bisa jadi, internasional.

Walahh, malah nulis sinopsis awalnya.... Oke! Mari kita mulai pembahasan saya tentang manga yang unik ini. Untuk itu, saya akan memulai dari kelemahannya dahulu.

Jujur saja, bagian terlemah dari manga ini adalah ceritanya yang cukup klise. Konsep "from hero to zero" sudah jamak ditemukan di berbagai cerita di belahan dunia ini. Konsep tersebut merupakan konsep umum dalam dunia cerita. Namun, konsep tersebut apabila dipergunakan dengan baik, justru malah bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda dan bagus. Ballroom e Youkoso mungkin adalah salah satu contohnya. Dengan tema dansa yang menurut saya masih sangat jarang, Ballroom e Youkoso dirasa cukup berhasil dalam mengusung racikan yang berbeda. Seperti dengan manga Slam Dunk karya Inoue-sensei yang berhasil mengenalkan olahraga basket pada penduduk Jepang. Manga ini bisa saja mengenalkan olahraga dansa pada penduduk Jepang, namun untuk saat ini, efeknya masih tidak sebegitu besar kalau dibandingkan dengan Slam Dunk....

Nah, kalau untuk gambarnya, 10/10 gaya gambarnya cocok banget. Lekukan dan presentasinya patut diacungi jempol. Duh, bahkan saya bingung mau mengatakan apalagi. Pokoknya bagus banget dan cocok dengan cerita yang digunakannya.

Ballroom e Youkoso juga mendapatkan banyak penghargaan, adalah Taisho Awards pada tahun 2013 dan 2015 yang masing-masing mendapatkan peringkat ke-2 dan ke-6.

Bagi kalian yang suka komik aksi tapi nggak melulu tentang tarung-tarungan atau tawuran with nakama power manga ini mungkin akan cocok buat kalian.


And yes, kali ini merupakan ulasan lamaku juga yang belum sempat aku post di blog...
Dasar Fritzkier kamu procas banget sih...

Anyway, fun fact aja nih, ulasan ini dibuat mungkin sudah tahun lalu, namun untuk manga nya sendiri, nggak jauh berbeda loh jumlah chapter-nya dari tahun lalu. Konon kabarnya mangaka-nya sedang sakit berkepanjangan... mohon doanya agar beliau sembuh ya :(
Kasihan juga, manga yang potensinya bagus begini, menjadi hilang peminat karena kesehatan mangaka yang terus memburuk....

Oh iya, untuk postingan tentang kumpulan tautan, mungkin kalau udah nggak sibuk deh...
Maafkan ya ;_; masih banyak kepanitiaan soalnya...

Discord

Recent

Random